Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Kesenian Tradisi Badikia Di Nagari Kamang Mudiak Tahun 1990-2023 M

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•6 dilihat · 9 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi di susun oleh Rahmi Safitri NIM. 4421001, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan judul skripsi “Kesenian Tradisi Badikia di Nagari Kamang Mudiak Tahun 1990 – 2023 M”. Nagari Kamang Mudiak merupakan nagari yang ada melakukan kesenian badikia. Penelitian ini dilakukan karena adanya keprihatinan terhadap menurunnya minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional badikia di Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam. Tradisi Badikia, yang sejak tahun 1967 yang di bawakan pertama kali oleh dt mandaro kuniang, pada saat kesenian dilakukakan untuk memperingati maulid Nabi dengan berjalan waktu ada perubahanya telah menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, khatam Al-Qur’an, dan prosesi pengantar marapulai, mengalami kemunduran sejak tahun 1990. Kemunduran ini dipengaruhi oleh arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta perubahan gaya hidup modern yang menyebabkan generasi muda kurang memahami, bahkan mulai meninggalkan, kesenian tradisi ini. Selain itu, dokumentasi tertulis mengenai praktik dan perkembangan badikia juga masih sangat minim, sehingga penelitian ini menjadi penting untuk merekam, menafsirkan, dan melestarikan warisan budaya tersebut secara ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kualitatif dengan tahapan-tahapan ilmiah yang meliputi: heuristik atau pengumpulan sumber melalui studi dokumen (kitab badikia, barzanji, arsip, dan sertifikat) serta wawancara mendalam dengan tokoh adat, guru Badikia, dan masyarakat Kamang Mudiak; kritik sumber secara eksternal dan internal untuk menguji keaslian dan validitas data; interpretasi guna memahami hubungan antar data dan fakta sejarah; serta penyusunan historiografi sebagai bentuk akhir dalam merekonstruksi perjalanan dan perkembangan kesenian Badikia secara sistematis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak 1990 hingga 2023, minat terhadap Badikia terus mengalami penurunan terutama di kalangan generasi muda. Pandemi COVID-19 pada tahun 2020–2021 menyebabkan tradisi ini sempat berhenti total. Meskipun bentuk pertunjukan masih mempertahankan unsur pokok seperti pembacaan shalawat, barzanji, Asmaul Husna, dan surah-surah Al-Qur’an, perubahan tampak pada aspek pakaian dan partisipasi. Saat ini hanya satu jorong yang masih aktif melakukan latihan rutin, yaitu Jorong Halalang. Namun, berbagai upaya pelestarian terus dilakukan oleh masyarakat, lembaga adat, dan pemerintah, antara lain melalui festival budaya, pelatihan, sanggar seni, lomba Badikia, dan integrasi tradisi ke dalam program pendidikan. Kesenian ini tetap menjadi simbol identitas, media pembelajaran agama, serta alat perekat sosial di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Kata kunci

Kata Kunci: Badikia, Kamang Mudiak, Tradisi, Minangkabau, Pelestarian.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kesenian Tradisi Badikia Di Nagari Kamang Mudiak Tahun 1990-2023 M2025 · oai:ais:skripsi:18639