Abstrak
Bunga Putri Melani NIM. 3521071,Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Wisata Desa Koto Gadang Oleh Pokdarwis Dalam Rangka Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan” Program Studi Pariwisata Syariah,Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan wisata halal berbasis komunitas yang dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Koto Gadang dalam upaya meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali secara mendalam peran masyarakat lokal dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengelolaan wisata melalui metode observasi lapangan, wawancara terstruktur dan mendalam, serta dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengurus Pokdarwis, pelaku usaha lokal, tokoh masyarakat, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan Pokdarwis telah mencerminkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada nilai budaya dan religiusitas masyarakat Minangkabau. Strategi tersebut antara lain mencakup pelibatan aktif warga dalam pengelolaan destinasi, pelestarian nilai adat dan tradisi, penguatan ekonomi lokal melalui usaha kuliner, homestay, kerajinan tangan, serta penyediaan layanan wisata yang ramah terhadap kebutuhan wisatawan Muslim. Nilai kearifan lokal seperti filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” secara nyata terintegrasi dalam praktik pelayanan, interaksi sosial, dan pengelolaan lingkungan wisata. Strategi ini telah memberikan dampak signifikan tidak hanya terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga terhadap kualitas pengalaman wisata yang lebih spiritual, edukatif, dan autentik. Desa Koto Gadang kini dikenal sebagai destinasi alternatif yang menyuguhkan ketenangan, keunikan budaya, serta nuansa religius yang mendalam. Meski demikian, masih terdapat tantangan seperti belum adanya standar baku wisata syariah, keterbatasan infrastruktur pendukung, ketiadaan sertifikasi halal resmi, serta kurangnya pelatihan dan dukungan teknis dari pemerintah. Oleh sebab itu, dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait guna memperkuat tata kelola wisata yang profesional, sistematis, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah secara menyeluruh. Kata kunci: Wisata halal, Community-based tourism, Pokdarwis, Desa Koto Gadang, Pariwisata berbasis budaya, Pariwisata berkelanjutan