Abstrak
ABSTRAK Nurmala Sari Tarigan / 2620041: ‘’Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Meningkatkan Pemehaman Kognitif Anak Tunagrahita Di SLBN Ampek Angkek’’. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk individu yang mampu menjalani kehidupan dengan baik, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus seperti tunagrahita. Setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003. Anak tunagrahita, yang memiliki keterbatasan intelektual, membutuhkan pendekatan khusus dalam proses belajar, termasuk dukungan dari lingkungan, khususnya orang tua. penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan peran pola asuh orang tua dalam meningkatkan pemahaman kognitif anak tunagrahita di SLBN 1 Ampek Angkek. Lokasi penelitian dipilih secara strategis karena relevansi data yang tersedia di sekolah tersebut. Informan dipilih melalui teknik snowball sampling yang terdiri dari lima orang tua siswa sebagai informan kunci dan dua wali kelas sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, untuk memperoleh informasi yang mendalam dan valid. Analisis data dilakukan dengan metode Miles dan Huberman, yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara terus-menerus hingga data dianggap jenuh. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu, guna memastikan kredibilitas dan validitas informasi yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pola asuh orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, keterampilan sosial, kesehatan mental, prestasi akademik, nilai moral, dan kemandirian anak, termasuk anak tunagrahita. Pola asuh yang tepat, terutama yang bersifat otoritatif dan penuh kasih sayang, mampu meningkatkan pemahaman kognitif anak dengan menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan perkembangan emosional. Di SLBN 1 Ampek Angkek, sinergi antara pola asuh orang tua dan strategi pengajaran guru terbukti memberikan dampak positif terhadap perkembangan holistik anak tunagrahita.