Abstrak
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Tradisi Penggunaan Ayat Al-Qur’an sebagai Penangkal Hama Tanaman (Studi Living Qur’an di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Bukik Barisan)” yang ditulis oleh Muhammad Geri (NIM: 4119047), mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adabb dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi lokal yang disebut Panangka, yaitu praktik penggunaan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai media penangkal hama tanaman di sawah. Tradisi ini diyakini sebagai warisan leluhur yang masih lestari dan dianggap sakral dalam pandangan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) makna tradisi Panangka, (2) proses pelaksanaannya, (3) ayat-ayat Al-Qur’an yang digunakan, serta (4) pemaknaan masyarakat terhadap praktik tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan perspektif living Qur’an, yaitu pendekatan yang mengkaji perwujudan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Panangka berasal dari keinginan masyarakat untuk melindungi tanaman secara alami tanpa bahan kimia; (2) Pelaksanaannya dilakukan dengan menulis ayat-ayat Al-Qur’an pada kertas dan membacanya sambil mengelilingi lahan pertanian; (3) Ayat-ayat yang digunakan antara lain QS. Al-Fatihah, Al-Baqarah ayat 255, Al-Anfal ayat 17, Yasin ayat 9, dan Al-Ikhlas; (4) Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk spiritualitas dan ikhtiar batiniah masyarakat dalam memohon perlindungan dan hasil panen yang baik melalui pendekatan religius kepada Allah.