Abstrak
Nama: Hafizur Rahman, Nim: 4121053 Skripsi ini berjudul “RELASI KEFASIKAN DENGAN KEHANCURAN NEGERI DALAM TAFSĪR AL-MUNĪR KARYA WAHBAH AZ-ZUḤAILĪ (STUDI TEMATIK AYAT-AYAT KEFASIKAN) Penelitian ini bertolak dari premis bahwa mengkaji relasi antara kefasikan dan kehancuran suatu negeri dalam perspektif Tafsīr al-Munīr karya Wahbah az-Zuḥailī, dengan pendekatan tematik (mawḍū‘ī) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang kefasikan. Fokus kajian ini terletak pada dua aspek utama: pertama, bagaimana bentuk penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang merepresentasikan relasi kausal antara kefasikan dan kehancuran negeri; kedua, bagaimana konseptualisasi relasi dalam konstruksi Tafsir az-Zuḥailī. Relevansi tema ini mengemuka dalam konteks kontemporer menjadi faktir determinan dalam memicu krisis multidimensi yang mengancam keberlanjutan suatu bangsa. Hasil Penelitian ini menunjukkkan bahwa konsep Wahbah az-Zuḥailī yang memaknai kefasikan sebagai bentuk penyimpangan dari ketaatan kepada Allah, yang berdimensi individual dan sosial secara simultan. Dalam Tafsīr al-Munīr ayat-ayat seperti Q.S. al-Isrā’ (17): 16 dan Q.S. al-A‘rāf (7): 96 dianalisis secara komprehensif untuk menjelaskan bahwa kefasikan bukan sekadar penyimpangan teologis, melainkan akar keruntuhan struktur sosial, politik, dan peradaban penyebab utama kehancuran suatu negeri. Az-Zuḥailī menafsirkan kehancuran negeri sebagai bentuk sunnatullah (ketetapan Allah) yang bersifat ijtima‘ī (sosiologis), dimana kerusakan kolektif lahir dari kumulasi kefasikan individu. Melalui pendekatan Tafsir tematik, penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep relasi antara kefasikan dan kehancuran dikembangkan dalm rangka normative-prophetik menjadikan Al-Qur’an sebagai pedooman moral sekaligus peta sosiologis, maka dari itu relasi tersebut tidak hanya deskriptif, tetapi juga prespektif sebagai tawaran tranformasi sosial, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian Tafsir tematik serta menawarkan kerangka analisis kritis terhadap dinamika kehancuran bangsa dari perspektif spiritual dan moral.