Abstrak
Bambang Yusup Pasaribu, NIM 4121057, Judul Skripsi :“ Pengorbanan dan Ketaatan Perspektif Tafsir Fi Zilalil Qur’an dan Tafsir Al Misbah Studi atas QS. al-Baqarah [2] : 124 dan QS. as-Saffat [37] : 102-107”. Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025 Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam mengandung berbagai kisah sarat makna yang menjadi sumber pembelajaran spiritual, moral, dan sosial. Di antara kisah-kisah tersebut, pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS. dan Nabi Ismail AS. yang termaktub dalam QS. Al-Baqarah [2]: 124 dan QS. As-Saffat [37]: 102–107 menjadi narasi penting tentang totalitas keimanan dan ujian kepemimpinan. Kedua ayat ini menggambarkan bentuk ketundukan mutlak terhadap perintah Allah, serta pengorbanan yang menyentuh dimensi terdalam afeksi manusiawi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dirancang untuk menjawab tiga rumusan masalah: (1) bagaimana konsep pengorbanan dan ketaatan dalam kedua ayat tersebut, (2) bagaimana penafsiran Sayyid Qutb dan Quraish Shihab terhadapnya, dan (3) bagaimana relevansi nilai-nilai tersebut bagi kehidupan umat Islam saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, serta menerapkan metode tafsir muqāran (perbandingan) sebagai strategi analisis utama. Sumber primer yang digunakan adalah Fi Zilalil Qur’an karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Pendekatan muqāran memungkinkan penulis untuk mengkaji perbedaan gaya penafsiran, corak pemikiran, serta landasan kontekstual dari kedua mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyid Qutb menafsirkan kedua ayat dengan nuansa ideologis dan militansi iman, sementara Quraish Shihab mengedepankan pendekatan adabi-ijtima’i yang reflektif dan komunikatif. Meski berbeda pendekatan, keduanya menekankan pentingnya pengorbanan dan ketaatan sebagai fondasi pembentukan karakter Muslim sejati. Kajian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai tersebut tetap relevan dan mendesak untuk ditanamkan di tengah masyarakat modern yang tengah menghadapi tantangan moral, materialisme, dan krisis spiritual.