Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Implementasi kerukunan antar umat beragama dalam keluarga (studi kasus di desa goiso'oinan

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam•8 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Implementasi Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Keluarga (Studi Kasus di Desa Goiso’oinan Kepulauan Mentawai)” disusun oleh Jefri Winaldi, NIM 4521021, mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas sosial di Desa Goiso’oinan yang memperlihatkan kehidupan keluarga multikultural dengan latar belakang agama yang berbeda-beda, namun tetap hidup dalam suasana damai dan rukun. Desa ini dihuni oleh pemeluk agama Islam, Kristen, dan Katolik, yang secara umum berpotensi menimbulkan konflik, tetapi justru menjadi contoh nyata kerukunan yang terjalin erat dalam lingkup keluarga dan masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konsep kerukunan beragama dalam keluarga di Desa Goiso’oinan? (2) Bagaimana implementasi kerukunan beragama dalam keluarga di Desa Goiso’oinan? (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat kerukunan beragama dalam keluarga di Desa Goiso’oinan? Jenis penelitian ini adalah studi lapangan (field research) dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sebagai landasan teoritik, penelitian ini menggunakan teori Trilogi Kerukunan dari Mukti Ali yang meliputi: kerukunan internal umat beragama, kerukunan antarumat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. Teori ini menjadi dasar dalam menganalisis dinamika kerukunan di lingkungan keluarga yang berbeda keyakinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep kerukunan beragama dalam keluarga di Desa Goiso’oinan dibangun atas dasar nilai saling menghormati, toleransi, dan kesadaran akan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga di tengah perbedaan keyakinan. Kerukunan ini telah menjadi bagian dari nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. (2) Implementasi kerukunan tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling mendukung ibadah anggota keluarga yang berbeda agama, tidak memaksakan keyakinan, dan mendidik anak-anak dalam semangat toleransi serta komunikasi terbuka. (3) Faktor pendukung kerukunan meliputi peran orang tua, nilai budaya lokal Mentawai, adat istiadat, serta tradisi gotong royong. Adapun faktor penghambatnya antara lain kurangnya komunikasi, pengaruh fanatisme dari luar, dan minimnya pendidikan toleransi dalam beberapa keluarga. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama dalam keluarga di Desa Goiso’oinan bukan hanya menjadi wacana ideal, melainkan telah hidup dan berakar dalam praktik kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan demikian, desa ini dapat dijadikan sebagai model pembelajaran sosial untuk pengembangan nilai toleransi dan kerukunan di wilayah multikultural lainnya.

Kata kunci

Kerukunan Beragama, Keluarga Multikultural, Toleransi, Kepulauan Mentawai, Trilogi Kerukunan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Implementasi kerukunan antar umat beragama dalam keluarga (studi kasus di desa goiso'oinan2025 · oai:ais:skripsi:18271