Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Pakan Malam te Fort de Kock: INTERAKSI SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT BUKITTINGGI TAHUN 1906-1907

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•5 dilihat · 5 unduhan

Abstrak

Penyelenggaraan Pakan Malam di Fort de Kock tahun 1906 dilatarbelakangi oleh kebijakan modernisasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda di wilayah pedalaman Sumatera Barat. Pasar malam ini diadaptasi dari konsep Jaarmarkt- Tentoonstelling yang sudah berlangsung terlebih dahulu di Jawa, yang dibentuk dibentuk sebagai bagian dari proyek kolonial yang menggabungkan tujuan ekonomi, sosial, dan budaya dalam satu ruang publik terorganisir. Secara ekonomi, acara ini bertujuan mengintegrasikan Fort de Kock ke dalam jaringan pasar kolonial melalui promosi perdagangan, pertanian, dan kerajinan lokal. Dari sisi sosial, pasar malam menjadi ruang interaksi yang mempertemukan masyarakat pribumi, dan kolonial dalam suasana yang tampak inklusif namun tetap dikendalikan oleh struktur kekuasaan kolonial. Secara budaya, Pakan Malam menjadi ajang pertunjukan simbolik di mana budaya lokal Minangkabau dikemas untuk konsumsi visual kolonial, sementara budaya Eropa ditampilkan sebagai representasi modernitas. Meskipun demikian, masyarakat pribumi memanfaatkan ruang ini sebagai arena negosiasi identitas, memperluas jejaring sosial, dan mempertahankan nilai-nilai lokal di tengah dominasi simbolik kolonial. Jenis pada penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif analitis/metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Heuristik pada penelitian peneliti menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menekankan pada penggunaan sumber primer berupa dokumen laporan resmi penyelenggaraan Pakan Malam pertama di Fort de Kock yaitu Verslag van de Eerste Jaarmarkt- Tentoonstelling te Fort de Kock (1906) yang berisikan mengenai latar belakang penyelenggaraan Pakan Malam, serta sejumlah surat kabar berbahasa Belanda yang memuat pemberitaan, agenda kegiatan, serta dokumentasi acara secara langsung. Dokumen-dokumen ini menjadi rujukan penting karena memberikan gambaran penting tentang konteks sosial, penyelenggaraan teknis, serta respon masyarakat terhadap kegiatan Pakan Malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pakan Malam pada periode 1906-1907 di Fort de Kock bukan hanya berfungsi sebagai ajang perdagangan dan hiburan melainkan juga sebagai ruang sosial dan budaya yang mencerminkan dinamika interaksi antara masyarakat pribumi dan kolonial. Penyelenggaraan Pakan Malam memperlihatkan bagaimana kekuasaan kolonial menata ruang publik dengan simbol modernitas sembari tetap melibatkan masyarakat pribumi secara aktif. Pakan Malam menjadi cermin dari relasi kuasa, akulturasi budaya, serta dinamika antara dominasi dan adaptasi di masa kolonial awal abad ke-20.

Kata kunci

Pakan Malam, Fort de Kock, Interaksi Sosial, Budaya, Minangkabau, Modernitas

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pakan Malam te Fort de Kock: INTERAKSI SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT BUKITTINGGI TAHUN 1906-19072025 · oai:ais:skripsi:18100