Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Konsep Keluarga Sakinah dalam Al-Qur’an Perspektif Faqihuddin Abdul Kodir dalam Buku Qira’ah Mubadalah

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•7 dilihat · 6 unduhan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keluarga sakinah dalam Al-Qur’an melaluli metode mubadalah dalam buku Qira’ah Mubadalah. Metode mubadalah adalah tafsir gender progresif yang diciptakan oleh Faqihuddin Abdul Kodir yang mana metode tersebut mengedepankan kesetaraan gender. Dalam pernikahan, banyak sekali rumahtangga yang menggunakan sistem patriarki dan hegemoni yang mana kebanyakan menjadikan perempuan menderita, karena laki-laki merasa kekuasaan mutlak ada pada dirinya. Hal ini ada karena produk budaya, kebiasaan masyarakat, dan pemahaman teks-teks agama yang tidak menyeluruh. Fokus penelitian ini diarahkan pada ayat-ayat Al-Quran yang dijadikan pedoman oleh Faqihuddin Abdul Kodir yang bertema pernikahan, rumah tangga, dan keluarga untuk membentuk keluarga sakinah, dan pandangan beliau dalam membentuk keluarga sakinah dalam sudut pandang tafsir kesetaraan gender. Penelitian ini berusaha memahami bagaimana Al-Qur'an memuliakan semua gender terutama dalam ruang lingkup pernikahan, rumah tangga, dan keluarga. Apabila kesetaraan gender sudah di pelajari sebelum menikah, maka harapan untuk penurunan angka kekerasan dalam rumah tangga bisa lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Maudhu’i secara dekriptif. Metode tafsir maudhu’i adalah metode tafsir yang diawali dengan mencari tema yang akan dibahas sebagai fokus penelitian, setelah itu mencari dan mengumpulkan ayat-ayat yang berhubungan dengan tema yang diteliti dan kemudia dianalisa. Penelitian ini memiliki jenis penelitian library research, yaitu penelitian yang menggunakan buku, jurnal, skripsi, dan literatur lainnya sebagai data utama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks-teks Al-Qur’an selama ini dipengaruhi oleh budaya patriarkis. Padahal Islam tidak terbatas oleh gender, yang mana Al-Qur’an hadir untuk memuliakan semua gender, ras, adat, budaya, dan kalangan. Dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan berkeadilan, Al-Qur’an dapat memberikan penjelasan solutif dan relevan untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah terutama dalam ruang lingkup sosial budaya. Dalam bukunya Qira’ah Mubādalah, Faqihuddin Abdul Kodir menguraikan lima langkah pembentukan keluarga sakinah yang menekankan relasi setara dan adil antara suami dan istri. Pertama, pernikahan harus dibangun atas dasar prinsip kesalingan, yaitu adanya kesepakatan dan komitmen bersama sebagai mitra sejajar. Kedua, suami-istri dipahami sebagai pasangan yang saling melengkapi dan bekerja sama membangun kehidupan rumah tangga yang utuh. Ketiga, relasi tersebut harus dilandasi dengan mu‘asyarah bil ma‘ruf (saling memperlakukan dengan baik), yang menjadi fondasi utama dari hubungan sehat dan saling menghargai. Keempat, komunikasi terbuka dan musyawarah menjadi kunci pengambilan keputusan dalam rumah tangga, guna menghindari dominasi sepihak. Kelima, rumah tangga harus menjadi ruang yang nyaman dan setara bagi keduanya, dibangun atas dasar kerelaan dan penerimaan bersama (taraḍin minhuma), bukan paksaan. Melalui kelima prinsip ini, keluarga sakinah tidak hanya dipahami sebagai tempat tinggal fisik, melainkan juga sebagai ruang tumbuh yang menjunjung nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan kemanusiaan sebagaimana diajarkan Al-Qur’an melalui pendekatan mubādalah.

Kata kunci

Kata Kunci : Keluarga sakinah, Kesetaraan Gender, Faqihuddin Abdul Kodir, Qira’ah Mubadalah.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Konsep Keluarga Sakinah dalam Al-Qur’an Perspektif Faqihuddin Abdul Kodir dalam Buku Qira’ah Mubadalah2025 · oai:ais:skripsi:17954