Abstrak
Abstrak Angan-Angan merupakan keinginan yang keras kepada dunia secara berkesinambungan dan terus terjun padanya yang dibarengi dengan berpaling dari kepentingan akhirat. Kehidupan era modern sekarang ini membawa gaya hidup yang jauh dari tuntutan agama dan mengakibatkan munculnya berbagai tindakan yang tercela seperti krisis moral, kriminal, eksploitasi manusia, fanatisme terhadap trend budaya k-pop dan korean wave di TikTok bahkan tidak sedikit terjadinya kerusakan pada individu dan lingkungan. Oleh karena itu, angan-angan menarik untuk dikaji karena manusia selalu cenderung berangan-angan. Mengkaji persoalan angan-angan dalam Al-Qur’an merupakan sebuah upaya mengembalikan manusia pada kehidupan yang sebenarnya yaitu akhirat dan tidak meninggalkan dunia. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penafsiran angan-angan dalam Al-Qur’an dan implikasi serta solusi nya dalam Al-Qur’an menurut Hamka dalam kitab Tafsir al-Azhar. Metode penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kepustakaan (library research) yang data-datanya diperoleh dari kepustakaan seperti buku, jurnal, skripsi dengan pendekatan tematik al-Farmawi. Hasil penelitian ini ialah kata angan-angan memiliki dua term dalam Tafsir al-Azhar yaitu amani dan tamanni. Amani adalah angan-angan kosong atau harapan-harapan yang tidak bisa dicapai karena memperturuti hawa nafsu sehingga terjebak dalam keburukan. Sedangkan tamanni yaitu berangan-angan atas kelebihan orang lain, kekayaan orang lain dan pencapaian orang lain. Adapun implikasi angan-angan dalam tafsir al-Azhar karya Buya Hamka terdapat empat sifat yaitu: pertama dengki, kedua suka mengeluh, ketiga iri hati dan keempat ghibah. Sedangkan solusi angan-angan dalam tafsir al-Azhar karya Buya Hamka mengacu pada tiga hal: pertama menerima dengan ikhlas pemberian Allah, kedua berusaha atau bekerja dan ketiga menahan syahwat serta marah.