Abstrak
ABSTRAK Paisal Hamonangan Daulay, Nim: 4121014, Judul Skripsi: “Tradisi Mangaji Yasin 41 Kali (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Islamiyah Gunung Raya, Padang Lawas Utara, Sumatera Utara)”. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Tradisi mangaji Yasin 41 kali di Pondok Pesantren Islamiyah Gunung Raya merupakan tradisi yang sudah diamalkan sejak tahun 2011. Tradisi mangaji Yasin 41 kali ini adalah salah satu penerimaan Al-Qur’an di pesantren dalam bentuk bacaan Al-Qur’an sebanyak 41 kali. Tradisi mangaji Yasin 41 kali ini mengumpulkan santri sebanyak 41 orang untuk membaca Yasin dengan tujuan hajat seseorang agar dapat dikabulkan oleh Allah, baik itu meminta kesehatan dan keselamatan bagi orang yang menunaikan ibadah haji/umrah maupun orang yang sedang sakit parah dimintakan kesembuhan atau dimudahkan sakaratul mautnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap praktik Mangaji Yasin 41 kali di Pondok Pesantren Islamiyah Gunung Raya dan menganalisis pemaknaan masyarakat Gunung Baringin terhadap tradisi Mangaji Yasin 41 kali. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif mengandalkan data-data yang berasal dari lapangan ( Field Research ). Dalam penelitian ini untuk memperoleh data peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi di Pondok Pesantren Islamiyah Gunung Raya dengan teknik snowball sampling dan menggunakan teori pemaknaan sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Hasil penelitian ini menemukan bahwa praktik Mangaji Yasin 41 kali di Pondok Pesantren Islamiyah Gunung Raya yaitu harus suci, tidak boleh berbicara selain membaca Yasin, meluruskan niat, pemandu akan memimpin berlangsungnya pengajian Yasin 41 mulai dari membaca Tawassul sampai dengan doa. Adapun pemaknaan masyarakat Gunung Baringin yang dapat diperoleh dari tradisi mangaji Yasin 41 kali di Pondok Pesantren Islamiyah Gunung Raya adalah pertama makna obyektif yaitu dalam kitab al-Fath al-Mulk al-Majid dikatakan bahwa “barangsiapa yang menjadikan surat Yasin sebagai tameng hajatnya dan dia membaca 41 kali maka tidak ada keraguan lagi bagi Allah untuk mengabulkan hajatnya”. Kedua makna ekspresif yaitu Tradisi mangaji Yasin 41 kali membawa seseorang lebih dekat kepada Allah SWT dengan bacaan Al-Qur’an, mengharapkan berkah dari Allah SWT, mempererat silaturrahim, dan sikap saling tolong menolong antar sesama makhluk sosial. Ketiga makna dokumenter yaitu tradisi Mangaji Yasin 41 kali adalah salah satu tradisi organinasi Nahdhatul Ulama dan tradisi Mangaji Yasin 41 yang dilakukan oleh masyarakat Gunung Baringin dan Pondok Pesantren Islamiyah Gunung Raya adalah sebagai bentuk memperkenalkan keutamaan-keutamaan dari bacaan Al-Qur’an.