Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

AKULTURASI BUDAYA MINANGKABAU DAN MANDAILING DALAM PROSES PERNIKAHAN DI NAGARI UJUNG GADING PASAMAN BARAT (1983-2000)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•5 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

DESI ERITA SAPUTRI, NIM 4421008 Skripsi ini judul “AKULTURASI BUDAYA MINANGKABAU DAN MANDAILING DALAM PROSES PERNIKAHAN DI NAGARI UJUNG GADING PASAMAN BARAT (1983-2000)”. Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah , Universitas Islam Negeri (Uin) Sjech M. Djamil Bukitinngi Tahun 2025. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya akulturasi budaya minangkabau dan mandailing dalam proses pernikahan di nagari ujung gading kabupaten pasaman barat (198-2000). Peneliti tertarik bagaimana proses akulturasi budaya Minang dan Mandailing dalam pernikahan. Tentang budaya Minangkabau lebih dominan dalam proses pernikahan dan posisi budaya Mandailing . Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana proses akulturasi budaya Minang dan Mandailing serta hasil dari akultruasi budayanya. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah heuristik, yang mencangkup pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer pada enelitian ini di ambil dari buku kisah tambo genelogi adat rantau alam minangkabau dan acara duduk beradat di Ujung Gading , serta adanya bukti berupa foto dokumentasi. Serta aspek kedalaman informasi yang di peroleh melalui wawancara dan di dukung oleh metode obsevasi lapangan. Data sekunder dari buku dan jurnal yang berkaitan dengan objek peneliti, kemudian selanjutnya tahap kritik sumber, interpretasi, hingga histiografi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menujukkan bahwa pertama proses akulturasi budaya Minang dan Mandailing yaitu adanya interaksi anatar dua kebudayaan. Interaksi bermula dari perpindahan masayarakat yang saling berhubungan, terutama di daerah perbatasan. Sehingga akultuarsi tersebut menghasilkan suatu keunikan seperti bahasa dan pernikahan yang khas karna peleburan dari dua budaya Minang dan Mandailing. Kedua, Budaya Mlebih dominan dalam proses pernikahan yaitu karna berbagai aspek seperti aspek geografis, aspek sosial, aspek kultural. Ketiga, Posisi budaya Mandailing dalam dominasi Minangkabau dalam pernikahan, yaitu dalam pernikahan posisi Mandailing terlihat sangat menonjol uang hantaran dan acara mangupa- upa. Mangupa-upa adalah berupa doa dan harapan yang di berikan kepada pengantin yang sedang melakukan pernikahan dan uang hantaran adalah sejulah uang yang diberikan dari pihak laki- laki kepada mempelai perempuan yang akan dinikahinya sebagai salah satu syarat dari pernikahan. Kata kunci : Akulturasi, Pernikahan, dan Minang dan Mandailing.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1AKULTURASI BUDAYA MINANGKABAU DAN MANDAILING DALAM PROSES PERNIKAHAN DI NAGARI UJUNG GADING PASAMAN BARAT (1983-2000)2025 · oai:ais:skripsi:17730