Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh model pembelajaran yang digunakan guru masih kurang bervariasi. Disebabkan oleh kurang tepatnya guru menggunakan suatu model pembelajara, banyak peserta didik yang memiliki nilai yang rendah pada mata pelajaran fikih. Metode yang dominasi oleh metode konvensional dalam proses pembelajaran yang digunakan hanya berdasarkan sumber pada buku, mendengar penjelasan guru, menyebabkan peserta didik merasa kurang minat terhadap pembelajaran yang sedang dilakukan, akibatnya hasil belajar peserta didik kurang memuaskan dan mendapat nilai di bawah KKM. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran Experiential Learning terhadap hasil belajar Fikih kelas MAN 2 Agam. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental Design berjenis Posttest-Only Control Grup Design dengan kecederungan data kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X di MAN 2 Agam dengan jumlah sampel 40 peserta didik. Sampel penelitian yaitu kelas X.3 Eksperimen dengan Model Pembelajaran Experiential Learning, kelas X.2 Kontrol dengan menggunakan metode konvesional. Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas dengan rumus Kolmogrov Smirnov, dan uji homogenitas dengan Uji Fisher dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji-t Independent. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari data penelitian dari hasil penelitian menggunakan model experiential learning dapat dilihat dari independen sampel t test dengan dengan memperoleh nilai t hitung sebesar -6,349 dengan signifikasi (2-tailed) 0.00. Dasar pengambilan keputusan jika nilai Sig (2taled ) » 0.05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, jika nilai Sig (2-tailed) « 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima. Keputusan hasil nilai Sig (2tailed) 0.00 « 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran experiential learning secara signifikan terhadap hasil belajar Fikih kelas X di MAN 2 Agam.