Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap praktik basaduo sawah sapuluah sabaleh di Nagari Pakan Sinayan dan mengevaluasinya dari perspektif fiqih muamalah. Basaduo sawah sapuluah sabaleh merupakan bentuk kerja sama antara pemilik lahan dan pengelola dalam bidang pertanian dengan sistem bagi hasil yang unik, di mana pengelola memperoleh satu bagian dari hasil panen sebagai imbalan atas kerjanya dari awal menanam benih padi sampai panen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik lahan, pengelola, dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik praktek basaduo sawah sapuluah sabaleh ini sudah ada sejak tahun 1960.Berdasarkantinjauan fiqih muamalah,praktikini dapatdikategorikansebagai akad muzara’ah yang hukumnya mubah (boleh), asalkan memenuhi syarat dan rukun yang ditetapkan oleh syariah. Pemberian satu baban (karung) dikategorikan sebagai hadiah.