Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

PANDANGAN TOKOH ADAT DAN GENERASI MUDA TERHADAP TRADISI MANDI BALIMAU (Studi Kasus di Jorong Muara Tais Nagari Muara Tais Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•13 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Pandangan Tokoh Adat Dan Generasi Muda Terhadap Tradisi Mandi Balimau (Studi Kasus Di Jorong Muara Tais Nagari Muara Tais Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman)”, yang ditulis Oleh Cerlit Gunawan S, NIM 1119.034, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al-Syakhsiyah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2025. Tradisi Mandi Balimau merupakan budaya yang telah lama berlangsung di masyarakat Jorong Muara Tais, Nagari Muara Tais, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman. Tradisi ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dengan tujuan penyucian diri secara fisik dan spiritual. Namun, seiring perkembangan zaman, terjadi pergeseran makna dan praktik dalam pelaksanaannya. Beberapa penyimpangan terjadi, seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, serta adanya aktivitas yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan tokoh adat dan generasi muda terhadap tradisi ini serta bagaimana nilai-nilai Islam tetap dapat dipertahankan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan tokoh adat dan generasi muda, serta studi dokumentasi dari berbagai literatur terkait. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memahami fenomena secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan tokoh adat mengenai keberlanjutan tradisi Mandi Balimau serta pemaknaan yang mereka berikan terhadapnya. Selain itu, penelitian ini juga berupaya memahami bagaimana generasi muda melihat tradisi ini dan sejauh mana pemahaman mereka terhadap nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat masih mempertahankan tradisi Mandi Balimau sebagai bagian dari warisan budaya yang bernilai religius dan sosial. Mereka menekankan pentingnya menjaga kesakralan tradisi dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Namun, di sisi lain, generasi muda cenderung memandang tradisi ini lebih sebagai kegiatan rekreasi daripada ibadah. Pergeseran makna ini mengakibatkan terjadinya praktik yang menyimpang dari tujuan awal tradisi. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan sosialisasi agar generasi muda memahami nilai-nilai Islam dalam tradisi ini dan dapat menjalankannya sesuai dengan ajaran agama.

Kata kunci

Tradisi Mandi Balimau, Tokoh Adat, Generasi Muda, Nilai Islam, Budaya Minangkabau

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PANDANGAN TOKOH ADAT DAN GENERASI MUDA TERHADAP TRADISI MANDI BALIMAU (Studi Kasus di Jorong Muara Tais Nagari Muara Tais Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman2025 · oai:ais:skripsi:17397