Abstrak
Skripsi ini berjudul “Analisi Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Bencana Banjir Lahar Dingin Di Nagari Sungai Pua”, yang disusun oleh Gina Kireina, NIM 3220191 program studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini di latar belakangi oleh akibat dari eruspsi gunung Marapi yang terjadi terus-menerus menyebabkan endapan abu di aliran sungai dan saat hujan turun terus menerus menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin yang menghantam Nagari Sungai Pua, menyebabkan 259 orang terdampak dan 15 orang meninggal dunia. Bencana alam yang terjadi tentunya akan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat di nagari Sungai Pua. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi masyarakat pasca banjir lahar dingin di Nagari Sungai Pua. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif (Field Research). Teknik pengumpulan Data menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik Analisis Data menggunakan Reduksi Data, Klasifikasi Data,dan Penarikan Kesimpulan. Dari Penelitian yang telah dilakukan dapat di tarik kesimpulan Berdasarkan hasil analisis bahwa banjir lahar dingin yang terjadi membuat tidak stabilnya perekonomian di Nagari Sungai Pua, hal ini dikarenakan beberapa rumah rusak ringan dan rusak berat, membuat masyarakat tidak bisa melakukan aktifitas produksi. Dan banjir lahar dingin juga memakan korban jiwa hal ini dapat mengganggu struktur sosial ekonomi keluarga karena anggota keluarga yang meninggal berkontribusi pada pendapatan keluarga. Banjir lahar dingin yang terjadi juga menghantam sekitar 40 ha sawah yang sedang di tanami padi dan sayuran, membuat petani mengalami gagal panen dan juga membuat kondisi tanah rusak akibat lumpur atau yang terbawa banjir. Ada pun usaha yang dilakukan pemerintah setempat untuk memulihkan ekonomi memberikan bantuan uang tunai dan barang kebutuhan sehari-hari. Pemerintah juga menyalurkan bantuan yang berasal dari para perantau serta melakukan pembangunan sabo dam di daerah yang rawan.