Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Tradisi Tasmi' Qur'an di Kalangan Musyrif (Studi Living Qur'an di Pondok Pesantren Syech Ahmad Chatib Al-Minangkabawi Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•9 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Aprilian Iman Basri, NIM 4120050, Judul Skripsi :“Tradisi Tasmi’ Qur’an Dikalangan Musyrif (Studi Living Qur’an Di Pondok Pesantren Syech Ahmad Chatib Al-Minangkabawi Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam)”. Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2024 Tasmi' Qur'an di kalangan musyrif adalah tradisi memperdengarkan hafalan Al-Qur'an kepada audiensi sebagai bentuk ujian hafalan. Kegiatan ini dilakukan dengan penuh khidmat, biasanya di tempat yang bernuansa Islami seperti masjid atau aula pesantren. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap praktek tasmi’ dan persepsi musyrif terhadap praktek tasmi’ Qur’an di kalangan musyrif tahfidz pondok pesantren Syech Ahmad Chatib Al-Minangkabawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bersifat lapangan (field research) dengan pendekatan living Qur’an. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lingkungan pesantren, wawancara mendalam dengan musyrif, dan analisis dokumen terkait tradisi ini. Observasi dilakukan untuk memahami proses pelaksanaan tasmi' secara rinci, sementara wawancara menggali perspektif musyrif mengenai makna, tujuan, dan tantangan dalam menjaga tradisi ini. Hasil penelitian yang penulis dapatkan antara lain : 1). Praktik tasmi' hafalan Al-Qur'an yang dilakukan oleh musyrif dilaksanakan dalam satu hari secara bergiliran, dimulai dari juz pertama hingga juz ke-20. Sementara itu, hafalan dari juz ke-21 hingga surat al-Lail ditasmi' langsung oleh pimpinan pondok di hadapan seluruh santri sebelum salat Asar. Adapun hafalan dari surat ad-Dhuha hingga surat an-Nas ditasmi'kan di hadapan santri setelah selesai salat Asar. Setelah rangkaian tasmi' selesai, kegiatan diakhiri dengan khatam Al-Qur'an yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh musyrif dan santri Pondok Pesantren Syech Ahmad Chatib al-Minangkabawi. 2). Persepsi musyrif terhadap tasmi’ Qur’an adalah para musyrif memandang program tasmi' sebagai tradisi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan hafalan, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Al-Qur'an. Tradisi ini dianggap sebagai bentuk nyata dari pengabdian kepada Allah SWT, yang mencerminkan semangat untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan pribadi. Secara keseluruhan, tradisi tasmi' Qur'an di pondok pesantren ini mencerminkan keberhasilan dalam mengintegrasikan aspek pendidikan, spiritualitas, dan budaya Qur'ani, sehingga menjadi teladan dalam membangun generasi yang cinta Al-Qur'an.

Kata kunci

Tasmi’ Hafalan al-Qur’an, Persepsi dan Tradisi

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Tasmi' Qur'an di Kalangan Musyrif (Studi Living Qur'an di Pondok Pesantren Syech Ahmad Chatib Al-Minangkabawi Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam)2025 · oai:ais:skripsi:17000