Abstrak
Penelitian ini membahas peningkatan minat masyarakat, khususnya di Bukittinggi, terhadap pengobatan alternatif berbasis spiritual melalui ayat-ayat Al-Qur'an, terutama praktik ruqyah sebagai alternatif bagi mereka yang tidak puas dengan pengobatan medis konvensional. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi proses pengobatan di Bukittinggi Ruqyah Center (BRC) dan persepsi terapis serta pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengobatan melibatkan beberapa tahapan, mulai dari diagnosis hingga pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dan pemberian obat herbal. Persepsi terapis menekankan pentingnya niat tulus dan hubungan kolaboratif, serta integrasi pengalaman pribadi dalam praktik ruqyah. Sementara itu, pasien memiliki pandangan positif terhadap pengobatan ini, merasakan manfaat spiritual dan emosional yang mendukung penyembuhan fisik serta memberikan ketenangan dan penguatan iman.