Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Prostitusi di Kota Padang Tahun 1891-1942

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•8 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Riska Putriani, NIM 4420034 dengan judul “Prostitusi di Kota Padang Tahun 1891-1942”. Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah 2024 M. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor Kondisi sosial-ekonomi menjadi latar belakang kemunculan praktik prostitusi di kota Padang tahun 1891—1942, kemudian kebijakan pemerintah Belanda, dan dampak praktik prostitusi terhadap kesehatan. Terkait penyebaran penyakit kelamin seperti syfilis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mendorong pertumbuhan prostitusi di kota Padang. Serta menganalisis kebijakan pemerintah Belanda dalam mengatasi maraknya praktik prostitusi. Kemudian mengungkapkan dampak yang muncul akibat praktik prostitusi terhadap kesehatan masyarakat termasuk penyakit kelamin dan cara penanggulanginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis yang mencakup pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer yang diambil pada penelitian ini bersumber dari Arsip Besluit yang berisikan surat keputusan mengenai aturan-aturan terkait prostitusi yang ada di Sumatera Barat dan Sumatera Timur. BGS. 19 November 1890. No. 2812, BGS. 19 Maret 1891. No. 617, CL. 29 Agustus 1891. No. 16452 dan CL. 22 November 1889. No. 21793. Sedangkan sumber sekunder berupa buku, skripsi, tesis, artikel, youtube ataupun media online lainnya dapat diakses lewa internet yang berkaitan dengan Prostitusi di kota Padang zaman kolonial Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik prostitusi di kota padang dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, dimana faktor kemiskinan dan kurangnya lapangan pekerjaan mendorong sebagian perempuan untuk terlibat dalam dunia prostitusi sebagai sumber penghidupan. Selain itu Kebijakan pemerintah kolonial yang cenderung ambivalen baik mengatur maupun mengekang praktik ini, menciptakan dinamika yang kompleks. Pemerintah kolonial menerap kan regulasi yang bertujuan untuk mengontrol dan memantau praktik prostitusi. Kebijakan sering kali bertujuan untuk mengendalikan penyebaran penyakit kelamin dengan fokus khusus pada syfilis yang menjadi masalah kesehatan utama selama periode itu. Namun pada saat yang sama mereka juga berkontribusi pada stigmatitasi perempuan yang terlibat. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk menangani prostitusi dan penyakit terkait, stigma sosial dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan tetap menjadi tantangan besar. Demikian Skripsi ini tidak hanya memberikan wawasan mengenai praktik prostitusi di kota Padang tahun 1891-1942 tetapi juga menyoroti interaksi kompleks antara faktor sosial-ekonomi, kebijakan pemerintah kolonial, dan dampak kesehatan masyarakat yang relavan hingga saat ini.

Kata kunci

Kata Kunci: Kondisi sosial-ekonomi, Kebijakan Pemerintah Kolonial.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Prostitusi di Kota Padang Tahun 1891-19422025 · oai:ais:skripsi:16844