Abstrak
Yusril Yamanda, NIM 4120047, Judul Skripsi : “Makna ‘Usr Dan Yusr Dalam Al-Qur’an (Kajian Semiotika Roland Barthes)”. Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2024. Penelitian ini menjelaskan kata ‘usr dan yusr dalam al-Qur’an dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Adapun penelitian ini terfokus pada Q.S at-Talaq : 7 dan Q.S al-Insyirah ayat 5-6 karena berhubungan dengan ayat yang memiliki makna konotatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui reperesentasi kata ‘usr dan yusr dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan mengungkapkan makna denotasi, konotasi, dan mitos kata ‘usr dan yusr di dalam al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penlitian pustaka (library research). Objek peneitian ini adalah pengaplikasian teori semiotika Roland Barthes yang dikenal dengan sistem pertandaan (two order of signification) yakni penanda, petanda, denotasi, konotasi, dan mitos terhadap tanda dalam al- Qur’an. Adapun teknik identifikasi maslah dnegan menggunkan metode deskriptif- analisis dengan sumber primer ayat al-Qur’an yang mengandung kata ‘usr dan yusr dan kitab tafsir, sumber sekunder buku semiotika Roland Barthes dan semiotika lainnya, serta jurnal dan penelitian-penelitian lainnya. Dari penelitian ini, menghasilkan pemaknaan kata ‘usr dan yusr dalam al- Qur’an secara teori denotasi dan konotasi Roland Barthes menghasilkan, Pertama, pemaknaan kata ‘usr dan yusr dalam surat at-Talaq ayat 7 secara denotasi menghasilkan makna Allah menjanjikan adanya kabar gembira yaitu kemudahan dan jalan keluar setelah kesulitan. Sedangkan makna secara konotasi menghasilkan Nasihat untuk tetap optimis, bersabar dan tawakkal dalam keadaan sulit. Mitos yang ditemukan pada ayat tersebut adalah pesan bahwa Allah menyampaikan dan mengajarkan tanggung jawab, keadilan sosial, dan kepasrahan dalam setiap aspek kehidupan. Kedua, surat al-Insyirah ayat 5-6, makna denotasinya adalah Janji Allah bahwa kemudahan akan selalu menyertai kesulitan dan menghasilkan makna konotasi, Kemudahan yang diberikan Allah menjadi simbol pengharapan, optimisme dan motivasi tetap bertahan dalam cobaan yang diberikan. Mitos yang dihasilkan pada ayat tersebut adalah pesan bahwa Allah selalu bersama hambanya dalam cobaan, Allah tidak hanya memberikan ujian namu ada kemudahan juga didalamnya. Hal ini mencerminkan pandangan ideologis dalam Islam bahwa kehidupan manusia penuh dengan ujian. Ujian adalah bagian alami dari kehidupan, ujian yang diberikan Allah adalah alat sebagai penguji keimanan, ketabahan dan kesabaran hambanya. Dan selanjutnya umat Islam saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan dan janganlah muda berputus asa dari rahmat Allah.