Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Kehidupan Etnis Tionghoa di Kampuang Cino Bukittinggi (1998-2022)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•5 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Skripsi ini atas nama Vina Febrinanda, NIM. 4420020, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djambil Djambek Bukittinggi, dengan judul “Kehidupan Etnis Tionghoa Di Kampuang Cino Bukittinggi (1998-2022)”. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode deskriptif naratif dengan metode penelitian sejarah. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber primer dan sumber skunder. Sumber primer berupa arsip dan dokumen yang berkaitan dengan judul penelitian, serta wawancara langsung dengan Pengurus Komunitas Tionghoa Bukittinggi dan Padang. Sedangkan sumber sekunder berupa jurnal, buku-buku, dan skripsi yang berkaitan dengan judul penelitian. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa etnis Tionghoa yang berada di Kampuang Cino Bukittnggi merupakan penduduk pendatang yang berasal dari etnis Tionghoa Padang. Adanya migrasi ini dilakukan pada masa pemerintahan Kolonial Belanda sesuai dengan aturan Wijkenstelsel tentang pemukiman Etnis Tionghoa. etnis Tionghoa Bukittinggi mendirikan cabang perkumpulan yang berbasis sosial budaya dan kematian. Cabang ini berpusat di Kota Padang tepatnya di Nagari Pondok. Perkumpulan tersebut adalah Heng Beng Tong (Himpunan Bersatu Teguh) yang berdiri pada 17 Oktober 1898. Perkumpulan ini lebih fokus pada bidang sosial masyarakatnya seperti donor darah, operasi mata katarak dan menolong korban bencana. Aksi sosial yang dilakukan oleh Perkumpulan HBT ini kerja sama dengan instansi resmi pemerintahan, seperti Polda setempat, PMI setempat, bahkan TNI. Selain itu prestasi yang mendunia juga diraih atas nama Perkumpulan HBT ini, salah satunya peraih medali emas pada Piala Presiden dalam kejuaraan 1 Tahun Fobi World Championship 2024) kategori Pemain Baronsai. Sedangkan perkumpulan Hong Tek Tong (Himpunan Tjinta Teman) mendirikan cabang perkumpulannya pada tahun 1863. Program kerja perkumpulan ini lebih fokus pada kebudayaan etnis Tionghoa, seperti Upacara Pwe Gwe setiap tanggal 15 Bulan 8 Kalender China, selain itu juga ritual Pemakaman, baik itu penguburan maupun kramasi. Tujuan didirikannya cabang perkumpulan ini adalah agar terjalinnya komunikasi yang baik antar etnis Tionghoa yang berada di wilayah migrasi.

Kata kunci

Komunitas Tionghoa, Migrasi, Interaksi

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kehidupan Etnis Tionghoa di Kampuang Cino Bukittinggi (1998-2022)2024 · oai:ais:skripsi:16722