Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Payakumbuh. Secara khusus, siswa kurang siap dalam menyelesaikan soal matematika ketika menggunakan LKPD di kelas, dan guru sering kali menyusun LKPD yang tidak sesuai dengan metode Pembelajaran Kontekstual atau dengan keunikan siswanya. Berdasarkan data, kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berkisar antara 16,67% hingga 48,27%. Itulah sebabnya para peneliti terus berupaya menemukan metode inovatif dalam mengajar matematika, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Salah satu alat bantu yang dapat membantu siswa untuk menjadi lebih baik dalam menyelesaikan soal matematika adalah Lembar Kerja Siswa (LKPD) Pendekatan Pembelajaran Kontekstual. Untuk tahun ajaran 2024–2025, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Payakumbuh akan diajarkan kurikulum pembelajaran kontekstual yang sah, praktis, dan berhasil. Inisiatif penelitian dan pengembangan sering kali menggunakan pendekatan pengembangan ADDIE, yang digunakan dalam penelitian ini. Para ahli dalam bidang mata pelajaran, teknologi pendidikan, bahasa, dan penilaian validitas meninjau hasil dan membuat revisi berdasarkan umpan balik mereka pada lembar validasi. Respons siswa terhadap survei mengukur kepraktisan kursus, sementara tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengukur kemanjuran kursus. Pertama, kami menggunakan analisis data validitas; kedua, kami melihat kepraktisan; dan ketiga, kami melihat efektivitas untuk menyampaikan temuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan, LKPD memenuhi ketiga kriteria yaitu validitas (82,4%), praktikalitas (82,25%), dan efektivitas (84,37%). Untuk membantu siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Payakumbuh dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, maka disusunlah LKPD tahun ajaran 2024–2025 yang memenuhi kriteria validitas, praktikalitas, dan efektivitas.