Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Stabilitas emosi guru BK dalam memberikan pelayanan di SMAN 1 Sungai Pua

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Bimbingan dan Konseling•6 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Penelitian ini berjudul “Stabilitas Emosi Guru BK dalam Memberikan Pelayanan di SMAN 1 Sungai Pua”, yang ditulis oleh Rahmi Novika, 2620080, Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN), Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Stabilitas emosi penting dimiliki oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) karena berhubungan erat dengan kemampuan mereka dalam mengelola emosi saat memberikan layanan serta menghadapi siswa dengan latar belakang dan permasalahan yang beragam. Ketidakstabilan emosi pada guru BK dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan BK, seperti mudah marah ketika menghadapi siswa yang sulit diatur, ketidaknyamanan saat berada di kelas yang tidak kondusif, dan terganggunya interaksi saat siswa tidak memperhatikan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SMAN 1 Sungai Pua, ketidakstabilan emosi guru BK ditemukan berdampak langsung pada pelayanan konseling yang diberikan, mengakibatkan siswa merasa cemas, kesal, bahkan enggan mengikuti kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena stabilitas emosi guru BK dalam pelayanan konseling. Informan penelitian meliputi 3 guru BK dan 3 siswa sebagai informan kunci serta 1 guru mata pelajaran sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis untuk memahami lebih dalam stabilitas emosi terhadap pelayanan BK di sekolah. Adapun keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas emosi guru BK sangat dipengaruhi oleh kondisi kelas dan perilaku siswa. Ketika suasana kelas kondusif dan siswa patuh, guru BK lebih tenang dan dapat memberikan layanan yang lebih efektif. Sebaliknya, ketika kelas tidak tertib, guru cenderung mengalami ketegangan yang mempengaruhi interaksi dengan siswa. Sikap santai juga terbukti meningkatkan kualitas komunikasi dan suasana kelas yang positif. Selain itu, lingkungan kelas yang nyaman dapat menurunkan tingkat stres guru, yang berdampak positif pada efektivitas pembelajaran dan layanan konseling. Stabilitas emosi guru BK memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada siswa. Untuk mendukung keberhasilan layanan konseling di SMAN 1 Sungai Pua, diperlukan upaya untuk menjaga stabilitas emosi guru BK melalui pelatihan dan dukungan emosional, terutama dalam menghadapi situasi menantang di kelas.

Kata kunci

Stabilitas Emosi, Guru Bimbingan dan Konseling (BK)

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Stabilitas emosi guru BK dalam memberikan pelayanan di SMAN 1 Sungai Pua2024 · oai:ais:skripsi:16566