Abstrak
Skripsi ini ditulis oleh Vani Rahma Fitrah, NIM. 2618076, dengan judul “Dampak Konformitas Teman Sebaya pada Motivasi Belajar Anak Asuh di Panti Asuhan Aisyiyah Maninjau”, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. DJamil Djambek Bukittinggi 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh motivasi belajar anak asuh yang dipengaruhi oleh teman-temannya. Motivasi belajar adalah dorongan atau daya penggerak dari dalam diri individu yang menimbulkan keinginan belajar untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi belajar berhubungan erat dengan konformitas teman sebaya, sebab remaja merupakan individu yang bergantung pada kelompok. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran dampak konformitas teman sebaya pada motivasi belajar anak asuh di Panti Asuhan Aisyiyah Maninjau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran dampak konformitas teman sebaya pada motivasi belajar anak asuh. Informan dalam penelitian ini yaitu anak asuh panti asuhan Aisyiyah Maninjau yang terlibat pada konformitas teman sebaya. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara. Wawancara dilakukan dengan memberikan pertanyaan secara langsung kepada informan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat dampak positif dan dampak negatif konformitas teman sebaya pada motivasi belajar anak asuh di panti asuhan Aisyiyah Maninjau. Dampak positif diantaranya: anak asuh mampu menyesuaikan diri dengan baik, anak asuh yang sudah mengenal sejak lama cenderung memiliki kepercayaan yang tinggi, anak asuh yang pintar dan ramah memberikan pengaruh yang baik pada anak asuh lain dan meningkatkan motivasi belajar anak asuh, saling mentaati aturan yang mereka buat diantara mereka dan saling mengingatkan kalau ada yang melanggar diantara mereka. Dampak negatif diantaranya: anak asuh yang memiliki sifat pendiam kesulitan untuk menyesuaikan diri dan cenderung mengikuti kehendak temannya meskipun dia merasa tidak nyaman, adanya perasaan kecewa dan marah dari anak asuh ketika yang dia harapkan dari temannya tidak sesuai, adanya perilaku pemaksaan yang dilakukan oleh anak asuh kepada temannya, suasana belajar yang tidak kondusif membuat anak asuh kesulitan untuk berkonsentrasi selama belajar, perbedaan pendapat dapat memicu pertengkaran diantara anak asuh.