Abstrak
Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai religius, karakter keagamaan, konteks mendidik, krakter toleransi antar sesama santri dan mencegah hal-hal negatif yang terjadi seiring berkembangnya zaman. Oleh sebab itu, Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah menjadi salah satu solusi untuk mengembangkan pribadi santri di usia remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan pendidikan karakter di asrama Putri Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah Kota Padang, dan ) Mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter toleransi di asrama putri Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah Kota Padang tentang toleransi dalam kegiatan muhadhoroh, toleransi dalam kegiatan muzakarah, dan toleransi dalam kegiatan kerjasama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pendidikan karakter di asrama Putri Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah Kota Padang dengan memberikan penanaman langsung dalam proses pembelajaran di madrasah dan asrama serta ustadzah memotivasi santri agar memiliki kesadaran untuk melaksanakan apa yang sudah diajarkan, maka guru memberikan pemahaman-pemahanman, contoh atau alasan realistis tentang nilai-nilai yang diajarkan melalui keteladanan dan2) Implementasi pendidikan karakter toleransi di asrama putri Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Al-Falah Kota Padang yaitu: a) Toleransi dalam kegiatan muhadhoroh dalam bentuk ceramah, drama, dan musik Islami dengan menampilkan bakatnya dan melatih mental mereka supaya mereka berani tampil di depan masyarakat dan toleransi yang ditanamkan etika, saling berbagi, saling menghargai, memiliki moral yang tinggi, menghormati perbedaan antara satu dan yang lainnya, b) Toleransi dalam kegiatan muzakarah yaitu setiap kamis malam, ada kegiatan muzakarah di mana santri belajar dengan kelompok di asrama. Seorang senior mengarahkan kelompok dan juga mengajarkan adik kelasnya. Belajar kelompok ini digunakan untuk mengulang pelajaran yang telah dipelajari di kelas sehingga santri tidak lupa pelajaran, c) Toleransi dalam kegiatan kerjasama yaitu di asrama, santri berkolaborasi dalam beberapa kegiatan, seperti gotong royong, sholat berjama'ah, dan tadarus bersama. Gotong royong setiap hari Minggu, yang mencakup membersihkan asrama dan area sekitarnya, kegiatan tadarus yang dilakukan setiap hari setelah subuh dan isya di asrama, di mana senior memimpin sholat jama'ah.