Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengakaji Permusuhan Yahudi Terhadap Mukmin Dalam Q.S. al-Maidah [5]: 82 [Analisis Ma’na cum Maghza]. Di zaman modern ini tidak bisa ayat hanya dikaji dengan melihat literal teks saja, tetapi harus adanya keseimbangan antara teks dan konteks. Maka penulis memilih teori Hermeneutika Ma’na cum Maghza Sahiron Syamsuddin, karena adanya keseimbangan antara teks dan konteks. Dalam ayat ini memiliki keunikan dari ayat lain sebab ada 4 agama yang dibahas disini yaitu Islam, Yahudi, Nasrani dan Musyrik. Di ayat ini juga dijelaskan antara sikap perlakuan orang Yahudi dan orang Nasrani berbeda terhadap orang Mukmin dan penulis ingin melihat pesan utama dalam ayat ini dalam konteks kekinian. Metode dalam penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kepustakaan (library research) yang data-datanya diperoleh dari kepustakaan. Sumber data primer dari kitab-kitab tafsir masa klasik sampai masa modern ini dan sumber data sekunder didapat dari buku, jurnal, artikel, dan lainnya. Dalam teori ini ada 3 langkah kerja yaitu: mencari makna historis [al-ma’na al-tarikhi], kemudian mencari signifikansi fenomenal historis [al-maghza al-tarikhi], terakhir mencari signifikansi fenomenal dinamis [al-Maghza al-mutaharrik]. Hasil penelitian yang penulis dapatkan ialah pertama, makna historis [al-ma’na al-tarikhi] dalam Q.S. al-Maidah [5]: 82 dibagi menjadi analisis linguistik (analisis secara bahasa), analisis intratekstual (keterkaitan ayat yg lain dengan ayat yang dikaji), analisis intertekstual (keterkaitan ayat dengan hadist), analisis konteks historis (melihat konteks turunnya ayat), Kedua, signifikansi fenomenal historis [al-maghza al-tarikhi] didapatkan dalam ayat ini bahwa kita harus menjaga diri sendiri, menghargai perbedaan, tabayyun, tokoh agama, dan tidak sombong/bermoral. Terakhir hasil dari signifikansi fenomenal dinamis dalam konteks kekinian adalah menyerukan moderasi beragama dan nilai-nilai yang terkandung dalam konteks kekinian dalam ayat ini adalah hifdzu ad-din, an-nafs, al-aql, an-nasl, al-mal, ad-daulah dan al-bi’ah.