Abstrak
Skripsi ini berjudul “Analisis Penerapan Balance Scorecard Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Pada Lembaga BAZNAS Kota Bukittinggi” yang ditulis oleh Nuraini Yunia Husna dengan Nim. 3220156, Program Studi S1 Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Angkatan 2020 Pembimbing Dr. H. Aidil Alfin, M.Ag. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya persoalan-persoalan yang dihadapi oleh BAZNAS Kota Bukittinggi dalam mengukur kinerjanya. Pengukuran kinerja suatu lembaga dapat dilakukan secara keseluruhan, baik dari segi keuangan maupun non-keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja BAZNAS Kota Bukitinggi dengan menggunakan metode Balance Scorecard dan diharapkan dapat memaksimalkan kinerja BAZNAS Kota Bukittinggi menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 prespektif menurut metode Balance Scorecard untuk mengukur kinerja Baznas Kota Bukittinggi yaitu perspektif keuangan, prespektif pelanggan, bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Dari 4 prespektif tersebut, dapat diturunkan menjadi 8 aspek pengukuran yang dianalisis yaitu: perspektif keuangan; prespektif pelanggan memiliki 3 aspek pengukuran yaitu akuisisi pelanggan, retensi pelanggan, kepuasan pelanggan; bisnis internal memiliki 2 aspek pengukuran yaitu inovasi dan proses operasi; untuk pertumbuhan dan pembelajaran meniliki 2 aspek pengukuran yaitu retensi karyawan dan pelatihan karyawan. Berdasarkan dari 8 aspek pengukuran tersebut, 5 dari 8 aspek pengukuran belum mencapai hasil yang maksimal yaitu pada prespektif keuangan, prespektif pelanggan (akuisisi muzakki, dan retensi muzakki), prespektif bisnis internal (proses operasi), dan pada prespektif pembelajaran dan pertumbuhan (pelatihan karyawan). Hanya 3 dari 8 aspek pengukuran yang dinilai sudah maksimal, yaitu pada prespektif pelanggan (kepuasan muzakki), prespektif bisnis internal (inovasi), dan prespektif pertumbuhan dan pembelajaran (retensi karyawan). Sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja BAZNAS masih mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun-nya, dan masih belum konsisten dalam mempertahankan kinerja Baznas Kota Bukittinggi kearah yang lebih baik sehingga dapat dikatakan kinerja Baznas Kota Bukittinggi masih “Belum Maksimal.”