Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemui di kelas VIII SMPN 2 Tanjuang Baru tahun pelajaran 2023/2024 yaitu, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah. Hal ini diduga karena pembelajaran yang diterapkan masih berpusat pada guru. Salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah yaitu menggunakan model pembelajaran matematika realistik. Model ini dapat membantu siswa secara individu maupun kelompok untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan model pembelajaran matematika realistik (PMR) lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Tanjuang Baru TP 2023/2024?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran matematika realistik (PMR) lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Tanjuang Baru TP 2023/2024. Hipotesis dari penelitian ini adalah “kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran matematika realistik (PMR) lebih tinggi daripada pemecahan masalah matematika siswa menggunakan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Tanjuang Baru TP 2023/2024” Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian the static group comparison design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata rata pada data populasi. Berdasarkan teknik tersebut, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari tes akhir kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Data dianalisis menggunakan statistik diferensial dengan uji t. Hasil penelitian menggunakan uji t diperileh nilai t_(hitung )=1.856> t_tabel = 1,68 dengan taraf α = 0,05. Hasil ini diperkuat dengan menggunakan software minitab dengan Pvalue = 0,036 0.05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran matematika realistik (PMR) lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Tanjuang Baru TP 2023/2024.