Abstrak
Skripsi ini berjudul “Peran Tradisi Marpege-pege dalam Meningkatkan Modal Sosial pada Pernikahan Adat Batak Angkola di Desa Sialogo Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan” yang disusun oleh Nurhalimah Nasution NIM 4620037 Program Studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi karena besarnya tuhor atau mahar dan biaya pernikahan adat Batak Angkola, sehingga ada sebuah tradisi yang digunakan masyarakat untuk membantu meringankan biaya tersebut. Adapun fokus penelitian adalah (1) tradisi marpege-pege dalam pernikahan adat Batak Angkola di Sialogo Kecamatan Angkola Barat (2) peran tradisi marpege-pege dalam peningkatan modal sosial di Sialogo Kecamatan Angkola Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati bagaimana peran tradisi Marpege-pege dalam meningkatkan modal sosial pada pernikahan adat Batak Angkola di desa Sialogo Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, menganalisis dengan menggunakan teori fungsionalisme struktural Robert K. Merton. Informan dalam penelitian ini terdiri dari masyarakat desa Sialogo. Untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, metode analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Pertama, Marpege-pege adalah suatu acara mangumpulkon hepeng (mengumpulkan uang) oleh keluarga pengantin pria guna membantu proses pernikahan. Tahap-tahapnya yaitu, Manyapai Boru, Marpege-pege, dan Pataru Tuhor. Kedua, peran tradisi Marpege-pege (1) Meningkatkan modal sosial dalam hal berupa solidaritas dan kekompakan masyarakat dalam tolong-menolong. (2) Meningkatkan modal ekonomi masyarakat Desa Sialogo dalam pernikahan adat Batak Angkola, yakni dalam membantu meringankan beban biaya pihak laki-laki yang akan menikah termasuk Tuhor (Mahar). (3) Modal budaya dalam tradisi Marpege-pege adalah jenis modal budaya terkandung. Dimana dalam tradisi Marpege-pege ini masyarakat Desa Sialogo mempertahankan warisan budaya leluhur, dapat diartikan budaya dari leluhur mereka masih dijalankan sampai sekarang.