Abstrak
Yola Wulandari NIM 4220016 dengan judul Al-maddhahin Perspektif Hadis. Jurusan SI Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Perguruan Tinggi UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, penelitian ini difokuskan kepada Hadis Rasulullah SAW tentang Al-maddhahin Perspektif Hadis. Dalam bahasa arab al-maddhahin berasal dari kata mddaha yang berarti memuji. Pujian dapat memberikan dampak positif pada seseorang sehingga seseorang akan merasa bangga dan berbesar hati. Terkdang ada hal-hal yang dianggap sebagai pujian, tetapi sebenarnya tidak pantas untuk diucapkan dan membuat orang lain merasa tidak aman, seperti mengatakan sesuatu secara tidak obyektif dan omong kosong, misalnya mengatakan dia itu orang yang adil dan dia itu warak, padahal kenyataannya tidak, dari sini dapat menjadikan pihak yang dipuji itu merasa bangga dan besar kepala, padahal bisa jadi orang yang dipuji itu adalah orang yang zalim, yang membuatnya semakin senang atas kedurhakaannya dan kefasikannya. Pada dasarnya memberikan pujian kepada orang bukanlah suatu larangan selama pujian tersebut masih sewajarnya, yaitu sesuai kenyataan dan terlepas dari rasa khawatir akan terjerumus kepada sikap kesombongan serta pujian tersebut diberikan dengan maksud untuk memotivasi sehingga tidak merusak atau membinasakan orang lain. Namun pada hadis Nabi SAW memberikan pujian atau memuji seseorang adalah suatu larangan bahkan di perintahkan untuk menaburkan pasir kepada wajah orang-orang yang memuji. Berdasarkan hal tersebut muncul pertanyaan yaitu apa hadis-hadis tentang Al-maddhahin dan bagaimana pemahman Al-maddhahin dalam perspektif hadis. Tujuan penelitian ini untuk memberikan penjelasan tentang hadis-hadis yang membahas Al-maddhahin dan untuk memberikan pemahaman Al-maddhahin dalam perspektif hadis. Kemudian diharapkan dapat mendatangkan manfaat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang hadis sehingga memberikan pemahaman pada umat islam pada zaman sekarang Penelitian ini sepenuhnya merupakan penelitian kepustakaan ( Library Research). Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi pemahaman hadis tematik atau maudhu’i. Pemahaman terhadap hadis dilakukan dengan mengkaji tekstual dan kontekstual hadis dengan melihat Asbabul Wurud hadisnya serta dipahami dipahami berbagai aspek yang terkandung didalamnya secara terperinci. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Pujian dilarang ketika memberikan Pujian secara berlebihan, dalam artian semua pujian itu tidak dimiliki oleh orang yang dipuji dan tidak layak baginya kemudian tidak boleh memuji secara objektif, maksudnya pujian yang mengenai langsung sifatnya dan jangan memberikan pujian dihadapannya karna takutnya menimbulkan fitnah. Pujian yang dibolehkan yaitu bentuk pujian yang yang benar dan tepat dan orang yang pantas dipuji adalah orang yang beramal baik dengan ikhlas.