Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Pandangan Norma Budaya-Agama Masyarakat Jorong Ganting Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Terhadap Pernikahan di Usia Muda”

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sosiologi Agama•5 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini di tulis oleh Sintya Dewi Nim 4620048 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Pandangan Norma Budaya-Agama Masyarakat Jorong Ganting Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Terhadap Pernikahan Di Usia Muda” Penelitian skripsi ini dilatarbelakangi oleh fenomena pernikahan usia muda di Jorong Ganting. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun lokasi dari penelitian ini di Jorong Ganting Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Informan yang terlibat dalam penelitian ini ialah tokoh agama , tokoh adat dan masyarakat yang melakukan pernikahan di usia muda.. Untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, metode analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi sumber, teknik serta waktu. Berdasarkan hasil penelitian yang di dapatkan, maka dapat di simpulkan bahwa Dalam penelitian mengenai pernikahan di usia muda di Jorong Ganting, konsep "Verstehen" dari Max Weber membantu memahami alasan-alasan di balik keputusan pernikahan di usia muda melalui interpretasi subjektif para pelakunya serta tokoh agama dan adat. Faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan di usia muda meliputi norma budaya yang menganggap pernikahan sebagai bagian normal dari kehidupan dewasa, ajaran agama yang mendorong pernikahan sebagai cara menjaga diri dari maksiat, serta keputusan tidak melanjutkan pendidikan yang dilihat sebagai cara cepat untuk mendapatkan manfaat finansial atau sosial. Selain itu, faktor ekonomi dan tuntutan keluarga juga berperan, di mana pernikahan dianggap sebagai strategi untuk mencapai stabilitas finansial. Terakhir, cinta menjadi faktor emosional yang kuat, memotivasi individu untuk menikah muda. Dengan adanya pendekatan Verstehen kita dapat melihat bahwa tindakan pernikahan ini bukan sekadar fenomena lahiriah, tetapi memiliki makna mendalam yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan emosional yang penting bagi individu dan komunitasnya.

Kata kunci

Pernikahan di usia muda, Versthen Max Weber, Norma Budaya Agama, Interpretasi Subjektif.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pandangan Norma Budaya-Agama Masyarakat Jorong Ganting Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Terhadap Pernikahan di Usia Muda”2024 · oai:ais:skripsi:15517

Publikasi terkait