Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

TRADISI MANYARANG HARI PADA WALIMAH AL URSY MENURUT HUKUM ISLAM DI JORONG BALAI DAMA KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•6 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul ―TRADISI MANYARANG HARI PADA WALIMAH AL- ̳URSY MENURUT HUKUM ISLAM DI NAGARI BALAI DAMA KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK‖ yang disusun oleh PRISKA PERDANI , dengan NIM 1120008, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi. Skripsi ini ditulis karena tradisi manyarang hari pada walimah al-„ursy menurut hukum Islam di Jorong Balai Dama Kecamatan Gunung Talang merupakan salah satu praktik adat yang mencerminkan kearifan lokal dalam masyarakat. Berdasarkan hal ini maka penulis ingin mengetahui secara utuh tradisi manyarang hari pada walimah al-„ursy dan latar belakang terjadinya tradisi manyarang hari ini. Kemudian akan mengukur pelaksanaan tradisi tersebut berdasarkan perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dengan informan yang menjadi responden penelitian yang terdiri dari ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat setempat selaku sumber data primer. Sedangkan data sekunder yang penulis gunakan dalam hal ini berupa buku, artikel, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan tradisi manyarang hari di Nagari Balai Dama Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok mencakup beberapa tahapan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pandangan masyarakat terhadap tradisi ini sebagai ritual yang wajar dilakukan, bahwasanya masyarakat menganggap tradisi ini merupakan identitas budaya mereka. Namun, ada sebagian masyarakat mempertanyakan relevansi tradisi di era modern terutama dengan aspek-aspek yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bahwa tinjauan hukum Islam tentang tradisi manyarang hari ini termasuk kepada urf fasid yang sebagian pelaksanaanya bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Tradisi manyarang hari yang tidak bertentangan dengan syariat Islam yaitu dengan membaca ayat-ayat seperti membaca lafaz bismillah, istighfar dan shalawat nabi. Sebagian nya lagi bertentangan dengan syariat Islam yaitu dengan menggunakan mantra tertentu yang telah disiapkan sebelumnya. Bahwa tradisi ini secara syariat Islam dapat dipertahankan dengan cara mengubah pelaksanaannya yang bertentangan dengan syariat Islam dan tidak lagi melalui perantara pawang hujan.

Kata kunci

Manyarang Hari, Walimah Al-„Ursy, Tradisi, Hukum Islam.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1TRADISI MANYARANG HARI PADA WALIMAH AL URSY MENURUT HUKUM ISLAM DI JORONG BALAI DAMA KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK2024 · oai:ais:skripsi:15338