Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Peran Komunikasi Seorang Ibu Dalam Keluarga Pada Film Ngeri-Ngeri Sedap (Analisis Semiotika John Fiske)” yang disusun oleh Amelia Saswita dengan Nim 4320014 Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Film Ngeri-Ngeri Sedap menceritakan tentang kerinduan Mak Domu dan Pak Domu terhadap anak-anak nya yang berada di rantau. Film ini berlatar belakang suku Batak dengan konflik komunikasi keluarga yang masih mengutamakan peran gender yang di atur secara jelas dalam rumah tangga yang mengakibatkan adanya ketimpangan sosial terhadap peran perempuan. Berdasarkan konteks diatas maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja peran komunikasi seorang Ibu dalam film Ngeri-Ngeri Sedap, dan peran komunikasi Ibu dilihat dari segi level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori John Fiske. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan terhadap film Ngeri-Ngeri Sedap, sedangkan data sekunder diperoleh dari ulasan dan artikel film Ngeri-Ngeri Sedap, dengan menggunakan beberapa langkah yaitu : observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film Ngeri-Ngeri Sedap terdapat ketimpangan sosial terhadap peran Ibu dan Ayah, dimana dalam keluarga Batak peran Ayah dianggap sangat dominan sebagai penentu keputusan, Sedangkan Ibu harus dituntut untuk selalu menerima. Namun pada akhirnya peran komunikasi Ibu mampu mengalahkan ketimpangan yang terjadi pada keluarganya. Bentuk level yang terdapat dalam film dianalisis sesuai dengan semiotika Jhon Fiske yaitu level realitas yang dinilai dari segi penampilan, level representasi dari segi kode kamera, dan level ideologi yang ditemukan yaitu patriariki. Peran komunikasi Ibu yang terdapat dalam film ini yaitu Ibu sebagai contoh teladan, Ibu sebagai manajer yang bijaksana, Ibu sebagai pendidik, ibu sebagai pemberi rangsangan, dan Ibu sebagai pengasuh.