Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

OPTIMALISASI PELAKSANAAN WAKAF MART OLEH BADAN WAKAF INDONESIA (BWI) KOTA PAYAKUMBUH

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•5 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Optimalisasi Wakaf Mart oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh”, yang ditulis oleh Aidil Fathan, NIM 1120083, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi. Tujuan penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya pengembangan Wakaf Tunai melalui Wakaf Mart yang dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh. Wakaf Mart ini berjalan selama satu tahun, dalam pengelolaannya berjalan dengan baik dan memperoleh keuntungan, namun pada akhir periode kepengurusan BWI tersebut mengalami kemunduran yang berakhir ditutupnya Wakaf Mart sehingga mengalami kerugian. Berdasarkan hal ini Penulis ingin mengetahui secara utuh tentang pelaksanaan Wakaf Mart oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh dan ingin mengetahui langkah-langkah optimalisasi dan solusi hukum yang dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan metode wawancara. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah data yang didapat melalui wawancara dengan Kepala seksi bagian Zakat Wakaf Kementerian Agama Kota Payakumbuh, dan ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh. Sedangkan data sekunder dihasilkan dari studi kepustakaan berupa buku-buku yang berhubungan dengan wakaf, buku-buku fikih, buku-buku tafsir serta sumber lain yang berkaitan dengan permasalahan di atas yang mendukung skripsi ini. Hasil penelitian menemukan bahwa pelaksanaan Wakaf Mart oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Payakumbuh hanya bertahan selama 1 tahun. Penyebab terjadinya kemunduran tersebut terkonfirmasi berdasarkan wawancara karena lokasi yang kurang strategis, SDM yang terbatas dan adanya Wabah Covid-19. Optimalisasi sudah dilakukan melalui program lanjutan dan program pengembangan, program lanjutan merupakan melanjutkan program yang telah dijalankan pada periode sebelumnya yang terdiri dari: 1) Program Wakaf Rp 1000,-, 2) Program simpan pinjam, 3) Program mudharabah. Program pengembangan adalah program baru yang baru direncanakan pada kepengurusan periode sekarang, program pengembangan terdiri dari: 1) Melakukan pendataan tanah Wakaf yang tidak produktif mulai dari proses identifikasi berkas, kategorisasi, peninjauan, rekapitulasi, dan evaluasi. 2) Merencanakan pemanfaatan kembali tanah Wakaf yang tidak produktif yang akan dijadikan untuk membuat klinik dan pertashop. Solusi hukum yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan sosialisasi tentang Wakaf Tunai kepada masyarakat. Menurut penulis solusi hukum yang dapat dilakukan adalah melakukan peningkatan terhadap SDM melalui pelatihan, dan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah dalam pemberdayaan Wakaf Tunai.

Kata kunci

Kata Kunci: Wakaf Mart, BWI Kota Payakumbuh, Optimalisasi, Solusi Hukum, Kota Payakumbuh

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1OPTIMALISASI PELAKSANAAN WAKAF MART OLEH BADAN WAKAF INDONESIA (BWI) KOTA PAYAKUMBUH2024 · oai:ais:skripsi:15118