Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Tradisi Penjemputan Sumando Pasca Kematian Istri di Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar Dalam Perspektif 'Urf

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•5 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “TRADISI PENJEMPUTAN SUMANDO PASCA KEMATIAN ISTRI DI NAGARI TANJUNG ALAM KECAMATAN TANJUNG BARU KABUPATEN TANAH DATAR DALAM PERSPEKTIF “URF” yang disusun oleh ENDANG NOPITA , dengan NIM 1120037, Program Studi Hukum Kelaurga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi. Skirpsi ini ditulis karena tradisi penjemputan sumando pasca kematian istri di Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru merupakan salah satu praktik adat yang mencerminkan kearifkan lokal dan nilai-nilai kekeluargaan dalam masyarakat. Berdasarkan hal ini maka penulis ini mengetahui secara utuh tradisi penjemputan sumando pasca kematian istri di Nagari Tanjung Alam ini beserta alasan-alasan dan latarbelakang terjadinya tardisi penjemputan sumando ini. Kemudian akan mengukur pelaksanaan tradisi tersebut berdasarkan perspektif ‘urf. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif, dengan metode pengumpualan data melalui wawancara dengan infoman yang menjadi responden penelitian yang terdiri dari ninik mamak, alim ulama, bundo kandung, dan tokoh masyarakat setempat selaku sumber data primer. Sedangkan data sekunder yang penulis gunakan dalam hal ini berupa buku, artikel, jurnal, dan sumber lainnya yang relavan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pertama pelaksaanan tradisi penjemputan sumando pasca kematian istri di Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar dilakukan secara adat oleh ninik mamak ke rumah mantan istri sumando lalu pergi ke rumah kerabat sumando yang berdekatan dengan rumah mantan istri sumando dalam waktu 7 hari setelah kematian istri dilakukan pada pagi hari. Dengan membawa secawan nasi beserta sambal dan snack. Tujuan di jemputnya sumando pasca kematian istri tersebut sebagai tanda penghormatan dan tanggung jawab keluarga istri terhadap suami yang telah kehilangan pasangannya kemudian supaya tidak mempersulit suamando menikah lagi dengan perempuan lain dan bukan hanya itu sumando juga dihargai dikaum nya. Apabila tradisi penjemputan sumando kematian istri ini tidak dilaksanakan maka akan ada sanksi bagi yang melanggar aturan adat ini sanksi dan denda berupa dibuang dari masayakat, tidak diikutsertakan dalam kegiatan adat nagari,dendanya satu emas lalu ninik mamak sumando memberikan kepada KAN untuk keperluan adat misalnya gotong royong dan lain sebagainya. Kemudian pandangan ‘urf dengan tradisi ini termasuk kepada ‘urf shahih yang mana merupakan kebiaasaan yang berlaku ditengah-tengah masyarakat yang tidak bertentangan dengan hukum adat. Dan juga mengandung unsur psotif dan negatif, unsur positif yaitu terhindari dari fitnah, cemoohan, terjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat. Adapun unsur negatif yaitu mendapatkan hinaan dari masyarakat dan dikucilkanya dari masyarakat. Jadi tradisi penjemputan sumando pasca kematian istri di Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Kabupaten Tanah Datar adalah upaya menhindari kemudaratan sehingga dalam aturan tersebut mengandung kemaslahatan sehingga hukumnya mubah (boleh).

Kata kunci

Tradisi penjemputan, Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru, Urf

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Penjemputan Sumando Pasca Kematian Istri di Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru Kabupaten Tanah Datar Dalam Perspektif 'Urf2024 · oai:ais:skripsi:14990