Abstrak
Skripai ini berjudul Pelaksanaan Metode Al-Miftah Lil ‘Ulum pada Pembelajaran Nahwu Sharaf (Al-Miftah) di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi. Yang ditulis oleh Erfa Anjani 2120065. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi di Madrasah Aliyah menunjukan bahwa dalam membaca kitab kuning masih kurang dan juga masih belum sesuai dengan kaidah nahwu sharaf, metode pembelajaran yang masih monoton, dan juga santri kurang aktif dalam pembelajaran. Pengetahuan yang kurang dalam memahami nahwu sharaf ini membuat santri terkendala untuk bisa membaca kitab kuning Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum pada pembelajaran kitab Al-Miftah Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi non partisipan digunakan untuk melihat pelaksanaan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum pada pembelaajaran kitab Al-miftah. Wawancara terstruktur dilakukan dengan guru mata Pelajaran dan juga santri untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Dokumentasi digunakan untuk mencari data tambahan mengenai variabel yang diteliti. Proses analisis data melibatkan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Triangulasi data dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan perspektif berbagai pendapat untuk meningkatkan kepercayaan informasi yang diperoleh. Dari penelitian di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, disimpulkan bahwa Ustad telah melaksanakan metode Al- Miftah Lil ‘Ulum dalam pembelajaran nahwu sharaf ini dengan baik, karena dalam pembelajarannya materi yang disuguhkan menarik dan ada juga lagu lagu sehingga membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan santri sedikit demi sedikit dapat memahami materi Qawaid ini. Namun terdapat hambatan dalam pelaksanaan metode ini yaitu Pemahaman pengetahuan santri yang kurang dalam ilmu nahwu sharaf serta latar belakang pendidikan yang berbeda sebelumnya dan juga kurangnya alokasi waktu pelaksanaan pembelajarannya menggunakan metode ini. Untuk mengatasi hal tersebut ustad memberikan Solusi seperti membuat strategi pembelajaran agar lebih menarik dan materi yang diberikan mudah dipahami santri dan juga memberikan tambahan jam agar pelaksanaan metode meningkatkan hasil pelaksanaan metode ini berkembang menjadi lebih kedepannya