Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Ulfazira Afratul Islamy NIM 3220036 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat Periode 2018 – 2022”. Penelitian ini berdasarkan pada laporan realiasi anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Lima Puluh Kota, terlihat jika pendapatan yang dihasilkan sudah bagus pada tahun 2018-2022. Tetapi di beberapa tahun ada juga mengalami penurunan pada jumlah pendapatan. Sedangkan Pendapatan Asli Daerahnya juga sudah bagus. Tetapi jika dilihat dari kinerja keuangan di Kabupaten Lima Puluh Kota, masih kurang bagus karena masih adanya dana yang belum dialokasikan dengan maksimal oleh pemerintah. Seperti pada belanja modal, memiliki persentase yang kecil dibandingkan pada belanja operasi. Yang mana juga berdampak pada pembangunan prasaran dan infrastruktur lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kinerja keuangan pada Badan Keuangan Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menggunakan analisis rasio. Jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, jenis data menggunakan data sekunder dengan teknik pengumpulan data dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan lima rasio yaitu rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas keuangan daerah, rasio efisiensi keuangan daerah, rasio ketergantungan daerah dan rasio keserasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rasio kemandirian keuangan daerah tergolong masih sangat rendah dengan hasil rata-rata 7,75%. Pada rasio efektivitas keuangan daerah hasil perhitungan rata-rata yaitu 80,85% yang mana ini masih dikategorikan tidak efektif dikarenakan kurang dari 100%. Pada rasio efisiensi keuangan daerah hasil perhitungan rata-rata yaitu 92,78 yang mana ini dikategorikan efisien kareana nilainya dibawah 100%. Hasil perhitungan rasio ketergantungan diperoleh rata-rata 8,4% dikategorikan sangat rendah yang mana peran pemerintah pusat tidak terlalu besar dalam memberikan pendapatan transfer. Hail perhitungan dari rasio keserasian yaitu pada belanja operasi dengan rata-rata 68,57% yang mana ini dikategorikan serasi, sedangkan pada belanja modal hasil perhitungan rata-rata 16,44% yang dikategorikan tidak serasi. Kata Kunci: Rasio kemandirian, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Ketergantungan, Rasio Keserasian.