Abstrak
Tesis ini berjudul “Teologi Agama-agama Tipologi Tripolar Alan Race (Studi Kasus: Pluralisme Beragama Pada Masyarakat Multikultural di Pulau Sipora Kepulauan Mentawai” yang disusun oleh Tyka Rahman 40121002 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2024. Konsep agama tidaklah bersifat final. Agama tidak memiliki definisi yang disepakati oleh para akademisi, bahkan oleh pemeluknya. Dari satu sisi dalam masyarakat kultural memberikan kebebasan individu untuk memiliki pengalaman beragama/ berteologi/ spiritual sebebas-bebasanya namun di sisi lain kontrol agama sebagai dan fungsi sosial agama sebagai lembaga sosial dipertanyakan. Kebebasan beragama juga menjadi ambigu dalam kasus ini ketika agama hanya sebagai alat untuk mencapai suatu kepentingan duniawi ekonomi, pendidikan, lalu merekaberpindah lagi ke agama lain ketika suatu agama tidak dapat lagi memmberikan dan memenuhi kebutuhan inidividu. Dalam hal ini tentu kekuatan agama dipertanyakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini akan menjelaskan pengalaman pluralisme dalam kehidupan beragama pada masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pluralism beragama di masyarakat multikultural Pulau Sipora Kepulauan Mentawai. Tesis ini membahas tentang Pluralisme Agama pada Masyarakat Multikultural di Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini akan menjelaskan pengalaman pluralisme dalam kehidupan beragama pada masyarakat multikultural. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dengan subjek penelitian masyarakat lokal, tokoh agama, adat, dan pemerintah di Pulau Sipora, Kapulauan Mentawai. Penelitian dilakukan sejak bulan Agustus hingga Januari 2024. Praktek kehidupan pluralisme beragama masyarakat lokal Mentawai yang sebelumnya menganut system kepercayaan Arat Sabulungan sudah berpindah ke agama resmi negara dan seringkali melakukan konversi agama. Sekilas fenomena ini menunjukan kenyataan pluralisme agama namun di sisi lain adanya kebimbangan dalam menganut agama. Konsepsi pluralisme agama Alan Race belum menyentuh realitas di masyarakat. Sejauh mana ide tentang pluralisme termanifetasi di Masyarakat relatif baru memeluk agama, yang berawal dari keyakinan lokal. Kata kunci: Pluralisme Agama, Konversi Agama, Masyarakat Multikultural