Abstrak
Tesis ini berjudul “Kebebasan Beragama Menurut Ahmad Syafii Maarif Relevansinya Terhadap Kebangsaan” yang disusun oleh Ilham Sahruji 4012003 program studi Aqidah dan Filsafat Islam (UINSMDD) Bukittinggi 2024. Latar belakang dari tesis ini ialah Bangsa Indonesia perlu beragama secara damai dalam fakta keragaman, karena itu diperlukan sistem untuk memecahkan masalah tanpa kekerasan. Bangsa Indonesia juga memerlukan sikap yang positif terhadap perbedaan agama. Sebaliknya, bangsa ini juga sebaiknya menghindarkan diri dari pemikiran dan usaha-usaha menghilangkan keragaman agama, ruang lingkup kebebasan beragama Ahmad Sayfi’i Ma’arif. Metode penelitian dalam tesis ini berdasarkan kepada suatu penelitian literer (literature review) dan studi kepustakaan (library study). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Data dianalisis menggunakan metode diskripsi (deskriptive method) dan metode analisis isi (content analysis). Peneliti mencoba menelusuri, menganalisis, dan menginterpretasi sesuai data-data yang didapatkan tentang jejak-jejak pemikiran Ahmad Syafi’i Ma’arif. Temuan penelitian ini adalah Pandangan progresif Ahmad Syafi'i Ma'arif terhadap Islam dan masyarakat menekankan pentingnya kebebasan beragama sebagai hak fundamental setiap individu, yang sesuai dengan prinsip-prinsip toleransi dan keadilan dalam Islam. Meskipun demikian, kebebasan tersebut harus dilakukan dengan bertanggung jawab dan mempertimbangkan situasi sosial dan hukum. Di Indonesia, pandangan tersebut sangat relevan mengingat keragaman agama dan budaya yang ada di negara ini. Pendekatan inklusif terhadap kebebasan beragama diperlukan untuk memastikan perdamaian dan harmoni antar umat beragama, sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan sosial dalam konstitusi Indonesia. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pandangan Ahmad Syafi'i Ma'arif tentang kebebasan beragama penting dalam konteks Indonesia, sebagai dasar untuk membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal.