Abstrak
Permasalahan dalam tesis ini adalah Studi Kritis Tentang Sumber Pengetahuan Dalam Perspektif Epistemologi Immanuel Kant dan Abid Al-Jabiri, yang melingkupi kondisi sosiologis, konsep teori dan komparasi teori dari kedua tokoh yang dikaji. Latar Belakang dari tesis ini adalah mengupas secara kritis bagaimana Immanuel Kant dan abid al-Jabiri secara epistemologis membicarakan sumber pengetahuan meliputi kondisi sosiologis kedua tokoh pada saat merumuskan teori dan kritikannya, bagaiman konsep teori yang digagaskan dan bagaimana perbandingan atau komparasi diantara keduanya. Bagi penulis kedua tokoh ini cukup menarik untuk dikaji dan diteliti, sebab dari kedua tokoh membicarakan persoalan epistemologi, dihadapkan dengan kondisi sosial yang tidak kondusif dan dalam keadaan yang kacau dalam upaya perumusan teori, adanya sebuah kritikan berdasarkan faktor sosiologis tersebut, dan menawarkan sebuah solusi atau gagasan untuk menjembatani dan menjawab persoalan yang ada. Ini bagi penulis kedua tokoh memiliki kemiripan dari berbagai macam kondisi, pemikiran dan solusi yang ditawarkan dan kedua tokoh juga berbeda dari segi masa dan wilayah, disatu sisi pada sisi epistemologi Barat dan sisi lain pada epistemologi Islam yang dimana ini juga merupakan sesuatu yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Dalam hal ini tesis ini secara fokus membicarakan sumber pengetahuan dari kedua tokoh. Metodologi dalam tesis ini berdasarkan kepada penelitian literer dan studi pustaka (library research) dengan menggunakan metode hermeneutika, deskripsi, analisis konten, dan metode komparasi. Dalam hal ini yang menjadi sumber data primer adalah buku karya Immanuel Kant, Critique Pure Reason dan Critique Practical Reason, kemudian buku karya Abid al-Jabiri, Bunyah al-Aql al-Arabi. Dari hasil penelitian ini Immanuel Kant dan Al-Jabiri membahas persoalan epistemologi yang keduanya berujung kepada konsep moral. Pembahasan epistemologi yang dimana sumber pengetahuan dan bagaimana cara mendapatkan pengetahuan akan mempengaruhi dan membentuk moral. Dari sini konsep moral Kant berfokus dari pengalaman/empiris yang dibentuk oleh akal. Al-Jabiri yang membentuk moralnya kepada akal yang dituntut oleh al-qur’an kepada manusia, sederhananya karena al-qur’an membuat manusia itu makhluk yang rasional.