Abstrak
Skripsi yang berjudul “Mencium Tangan Orang Yang Dihormati Dalam Perspektif Hadis” disusun oleh Akhiruddin Hasibuan, Nim. 4217015 Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2024 M/ 1445 H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh persoalan salaman sambil cium tangan, berbagai pendapat ulama seperti Jumhur ulama mazhab Hanafi, Syafi’e dan Hanbali mengatakan bahwa salaman sambil cium tangan merupakan bentuk dari kesopanan dan penghormatan, adapun pendapat lain Mazhab Maliki yang mengatakan bahwa salaman sambil cium tangan merupakan bentuk kepatuhan dan ketundukan. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas-kualitas hadis yang menjelaskan tentang cium tangan dan pandangan ulama hadis tentang praktik mencium tangan orang yang dihormati. Jenis penelitian ini termasuk penelitian “library research”. Data diambil dari dua sumber, yaitu sumber primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan yaitu penulis melakukan riset kepustakaan yang dilaksanakan dengan cara membaca literatur kemudian data diolah dengan hati-hati dan relevan. Serta data dianalisa dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas-kualitas dari hadis mencium tangan, banyak ditemukan berbagai versi ada yang shahih sebanyak 3 hadis, hasan sebanyak 1 hadis serta dhaif sebanyak 3 hadis. Pendapat ulama hadis mengenai praktik mencium tangan orang yang dihormati merupakan tradisi dan budaya baik sebagai simbol penghormatan dan ketakziman terhadap orang-orang yang memiliki kedudukan dan derajat yang lebih baik, baik dalam segi keilmuan, jabatan, umur, dan kekerabatan. Mencium tangan orang yang dihormati janganlah dijadikan sebagai sikap ketaatan, kepatuhan, dan ketundukan yang berlebihan, yang seharusnya hanya diperuntukkan kepada Allah SWT.