Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyak perusahaan yang mengalami masalah kesulitan keuangan atau bahkan mengalami kebangkrutan, karena terjadinya penurunan pendapatan dan laba bersih negatif pada perusahaan otomotif dan menurunnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Indonesia serta diiringi oleh kenaikan tingkat suku bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat akurasi metode Z-Score (Altman), Springate dan Zmijewski dalam menganalisis financial distress untuk memprediksi kebangkrutan pada perusahaan otomotif dan komponen dan perusahaan perhotelan yang terdaftar di BEI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 19 perusahaan dari total 33 populasi perusahaan otomotif dan komponen dan perusahaan perhotelan. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan tahun 2020-2022. Hasil penelitian berdasarkan metode analisis yaitu Metode Z-Score (Altman), Springate dan Zmijewski menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil prediksi kebangkrutan diantara ketiga metode. Metode Z-Score (Altman) menunjukkan bahwa terdapat 3 perusahaan mengalami keangkrutan, metode Springate menunjukkan bahwa terdapat 15 perusahaan mengalami kebangkrutan, sedangkan metode Zmijewski menunjukan bahwa tidak ada perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Sedangkan untuk hasil pengujian tingkat akurasi metode analisis, metode Zmijewski memiliki tingkat akurasi tertinggi yaitu 100% dengan type error 0%, metode Z-Score (Altman) memiliki tingkat akurasi 63,16% dengan type error 15,79% dan metode Springate memiliki tingkat akurasi paling rendah yaitu 21,05 % dengan type error 78,95%. Sehingga dapat disimpulkan metode paling akurat yang paling akurat untuk analisis financial distress dalam memprediksi kebangkrutan pada penelitian ini adalah metode Zmijewski.