Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Arief Abdullah, NIM 1120.151 dengan judul “Penunjukan Niniak Mamak Sidang Sabuah Balai Sebagai Saksi Pernikahan Dalam Tinjauan Mashlahah Mursalah (Studi Kasus Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Candung Kabupaten Agam)”. Penelitian ini fokus pada penetapan saksi nikah oleh Niniak Mamak Sidang Sabuah Balai, berawal dari ditetapkannya saksi pernikahan oleh Niniak Mamak melalui rapat sidang yang dipimpin oleh tuangku sidang. Penunjukan saksi ini sudah menjadi norma adat yang berlaku di Sidang Sabuah Balai. Hal ini harus dipatuhi oleh calon mempelai yang akan melangsungkan akad pernikahan di Sidang Sabuah Balai. Rumusan masalah dalam skripsi ini: 1. Bagaimana proses penunjukan dan tujuan ditetapkannya Niniak Mamak Sidang Sabuah Balai sebagai saksi pernikahan?. 2. Bagaimana tinjauan Mashlahah Mursalah terhadap penetapan Niniak Mamak Sidang Sabuah Balai sebagai saksi pernikahan?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan data kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan metode wawancara, metode observasi, dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu empiris dengan menggunakan pemikiran deskriptif induktif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: Pertama, bahwa proses penetapan saksi nikah, berawal dari musyawarah angku nan salapan dimasing-masing suku-suku. Dan setelah menemukan hasil musyawarah, lalu ditetapkanlah angku nan ampek disetiap Jorong yang cakap, serta telah sesuai dengan ketentuan syarat-syarat saksi dalam fiqh ditambah dengan ketentuan adat setempat, kemudian ditetapkan oleh pengurus sidang sebagai perwakilan dari 4 suku (umpuaknya). Dan tujuan dari penetapan Niniak Mamak Sidang Sabuah Balai menjadi saksi pernikahan adalah untuk memudahkan kedua calon mempelai mencari saksi, untuk menentukan biaya saksi pernikahan yang jelas, serta untuk terjaminya keberlangsungan akad pernikahan. Kedua, bahwa penunjukan Niniak Mamak sebagai saksi pernikahan di Sidang Sabuah Balai dalam tinjauan Mashlahah Mursalah terdapat Mashlahah di dalamnya, baik yang bersifat dharuriyyat (primer), hajiyyat (sekunder), maupun tahsiniyyat (tersier), yang tidak bertentangan dengan hukum syara’.