Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini ditulis oleh Sa’adillah Andaristi Kadwi, NIM 2618070, dengan judul Efektifitas Layanan Konseling Individual Untuk Mereduksi Kenakalan Remaja Putus Sekolah Di Jorong Parik Putuih Nagari Ampang Gadang, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2023. Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya remaja yang putus sekolah dan juga memiliki prilaku kenakalan remaja seperti balap – balap liar, merusak fasilitas umum dan mengganggu kenyamanan masyarakat terutama pada remaja laki – laki. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui gambaran kenakalan remaja sebelum (pretest) diberikan perlakuan konseling individual. (2) Untuk mengetahui gambaran kenakalan remaja sesudah (post test) diberikan perlakuan konseling individual. (3) Untuk mengetahui apakah konseling individual efektif untuk mereduksi kenakalan remaja putus sekolah. Jenis penelitian ini adalah Pre – Experimental Design dengan menggunakan model One Group Pretest – Posttest, Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putus sekolah yang berusia 16 tahun yang berjumlah 5 orang, teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah total sampling. Total Sampling adalah teknik pengambilan sampel sama dengan jumlah populasi. Alat pengumpulan data adalah angket kenakalan remaja. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon. Uji Wilcoxon adalah uji non parametriks untuk mengukur signifikan perbedaan antara 2 kelompok data berpasangan berskala ordinal atau interval tetapi berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) gambaran kenakalan remaja putus sekolah sebelum diberikan layanan konseling invidual berada pada kategori sedang dengan mean 120,4000. (2) gambaran sesudah diberikan layanan konseling individual berada pada kategori sedang dengan skor menurun dengan mean 109,200. (3) layanan konseling individual tidak efektif untuk mereduksi kenakalan remaja putus sekolah, pernyataan ini didukung dengan hasil asymp sig (2-tailed) diperoleh nilai sebesar ,080 yang berarti lebih besar dari alpha 0,05. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa maka dapat dikatan Ha ditolak artinya tidak terdapat penurunan terhadap kenakalan remaja putus sekolah yang di lihat dari pretest dan posttest, sehingga dapat dikatakan bahwa layanan konseling individual tidak efektif dalam mereduksi kenakalan remaja putus sekolah di jorong parik putuih.