Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya PNS yang mengambil kredit bank untuk memenuhi gaya hidup (lifestyle) yang berdampak pada rendahnya penghasilan yang menjadi indikator penurunan kesejahteraan. Pengambilan kredit bank oleh PNS tidak diawasi secara ketat oleh atasan langsungnya, sehingga ditemukan ada PNS yang memiliki angsuran kredit hampir setara gaji bulanannya. Kondisi tersebut membuat PNS kesulitan memenuhi kebutuhan bulanannya dan bertolak belakang dengan tujuan pemberian gaji dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan PNS, dari sisi manajemen kepemimpinan dan perilaku PNS itu sendiri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah sampel sebanyak 70 orang yang terdiri dari PNS Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Pasaman Barat yang mengambil kredit di bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pada taraf signifikansi 5% variabel Kebijakan Kredit menyumbang pengaruh positif dengan nilai sig. 0,011 0,05, dan t hitung sebesar 2,630 > 1.99601 (t-tabel). Pada variabel Lifestyle secara parsial justru memberikan pengaruh negatif dengan nilai sig. 0,000 0,05, dan t hitung sebesar -3,840 -1.99601 (t-tabel). Secara simultan terdapat pengaruh Kebijakan Kredit dan Lifestyle terhadap kesejahteraan PNS Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Pasaman Barat dengan nilai sig. 0,000. Nilai R Square menunjukkan besarnya pengaruh tersebut sebesar 0,237 atau 23,7%, sedangkan sisanya sebesar 76,3% ditentukan faktor lain yang belum diketahui.