Abstrak
Skripsi ini berjudul Analisis Tingkat Kesehatan Bank Sebelum Dan Sesudah Konversi (Studi Kasus PT BPRS Jam Gadang (PERSERODA), yang disusun oleh Mutia Febrina Sari dengan NIM 3419158 Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penilaian tingkat keuangan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan. Untuk mengetahui apakah keadaan keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik dapat dilakukan berbagai analisa, salah satunya adalah analisis rasio. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Tingkat Kesehatan Bank sebelum dan sesudah Konversi studi kasus PT BPRS Jam Gadang (PERSERODA). Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yaitu menjelaskan hasil penelitian yang berupa data- data laporan keuangan yang berhubungan dengan kinerja keuangan. Data berupa informasi akuntansi yang digunakan oleh pihak manajemen dalam bentuk laporan keuangan yang kemudian akan dianalisis dengan menggunakan analisis tingkat kesehatan Bank. Teknik analisis yang digunakan adalah metode CAMEL yang meliputi Capital, Asset Quality, Management, Earning, dan Liquidity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek permodalan sebelum konversi pada tahun 2018-2020 di kategorikan sehat sedangkan setelah konversi pada tahun 2021-2022 di kategorikan cukup sehat. Factor kualitas aktiva produktif sebelum konversi pada tahun 2018-2020 masing-masing sebesar 2,38%, 3,06%, dan 2,35% rasio ini termasuk sehat pada tahun 2018 dan 2020 sedangkan 2019 cukup sehat. Aktiva produktif sesudah konversi pada tahun 2021-2022 masing-masing sebesar 0% dan 0,5% rasio ini termasuk kedalam kategori sehat. Factor manajemen, Di Indonesia hanya Bank Indonesia dan bank yang bersangkutan saja yang dapat mengetahuinya. Oleh karena itu aspek manajemen pada penilaian kinerja bank dalam penelitian ini tidak dapat menggunakan pola yang ditetapkan BI tetapi sesuai dengan data yang tersedia diproyeksikan dengan Net Profit Margin. Rasio rentabilitas pada sebelum dan sesudah konversi masing-masing mendapatkan kategori sehat. Factor likuidiatas rentabilitas pada sebelum dan sesudah konversi masing-masing mendapatkan kategori sehat.