Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Tinjauan 'Urf Tentang Tradisi Manjapuik Satukuik Nasi Karena Tidak Baralek di Nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•6 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Tinjauan ‘Urf Tentang Tradisi Manjapuik Satukuik Nasi Karena Tidak Baralek di Nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota”, yang ditulis oleh Dwi Putri Anjela, NIM. 1119. 139, Program Studi, Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Adapun motivasi penulisan judul ini karena di Nagari Situjuah Batua, terdapat tradisi manjapuik satukuik nasi, tradisi ini berlaku apabila ada pasangan setelah menikah tidak melakukan walimah maka pihak perempuan dan keluarga mesti melakukan tradisi manjapuik satukuik nasi. Jika tradisi ini tidak dilakukan maka pasangan suami istri yang telah menikah tersebut belum dibolehkan tinggal serumah. Dengan demikian rumusan masalahnya adalah bagaimana pelaksanaan tradisi manjapuik satukuik nasi karena tidak baralek di nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota dan bagaimana tinjauan ‘urf tentang tradisi manjapuik satukuik nasi karena tidak baralek tersebut. Dalam melakukan penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dan kepustakaan (library research). Data didapatkan melalui observasi dan wawancara kepada beberapa pasangan dan tokoh masyarakat seperti Niniak Mamak, Bundo Kanduang, dan masyarakat biasa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan tradisi manjapuik satukuik nasi karena tidak baralek di nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota, pasangan suami istri diwajibkan untuk mengikuti tradisi manjapuik satukuik nasi setelah menikah karena tidak ada baralek. Para manjapuik memulai tindakan ini dengan membawa satukuik nasi apabila pasangan belum menikah. Adapun temuan peneliti terkait tinjauan ‘urf terhadap tradisi manjapuik satukuik nasi karena tidak ada baralek tersebut, dalam agama Islam, pelaksanaan tradisi atau adat memiliki sejumlah manfaat dibandingkan dengan mudharatnya, seperti kenaikan status kedua pasangan dan membawa dampak positif bagi nagari serta kedua keluarga. Tidak ada konflik dengan ajaran Al-Qur'an dan syariah, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi SAW sebagai 'urf. 'Urf yang terkandung dalam tradisi manjapuik satukuik nasi ini termasuk dalam kategori 'urf shahih, dengan tujuan agar masyarakat atau pasangan suami istri tidak bertindak semena-mena dalam kehidupan rumah tangga mereka, seperti pergi dan pulang tanpa pertimbangan. Hal ini dilakukan karena masyarakat memandang bahwa terdapat nilai-nilai kebaikan dan keuntungan, seperti saling menghormati, memberi sapaan, saling menunjukkan rasa sayang, dan bagi pihak laki-laki akan menjadi sumando serta dibawa sahilia samudiak, serta akan diikutsertakan dalam setiap musyawarah yang diadakan di nagari Situjuah Batua. Sementara bagi pihak perempuan, hal ini akan mengakibatkan status keanggotaannya di dalam nagari Situjuah Batua, dan juga sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa perkawinan telah terjadi.

Kata kunci

Tinjauan ‘Urf, Tradisi, Baralek.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tinjauan 'Urf Tentang Tradisi Manjapuik Satukuik Nasi Karena Tidak Baralek di Nagari Situjuah Batua Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota2023 · oai:ais:skripsi:14067