Abstrak
Kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi di indonesia memiliki dampak yang nyata terhadap kondisi ekonomi. Salah satunya bagi para pelaku UMK di Nagari Sarilamak. Memahami dampak kenaikan harga BBM pada UMK adalah penting dalam merumuskan kebijakan yang berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan harga BBM yang mungkin terjadi di masa depan. Penelitian ini akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana kenaikan harga BBM mempengaruhi tingkat penghasilan, biaya operasional, dan aspek-aspek ekonomi lainnya di tingkat lokal. Pemfokusan penelitian inni adalah pada wilayah perdesaan yang kurang tersentuh penelitian sebelummnya. Ketergantungan UMK terhadap BBM, termasuk dinagari Sarilamak sering kali tergantung pada BBM di dalam proses produksi, distribusi dan transportasi. Dampak langsung kenaikan harga operasional UMK seperti biaya transportasi dan biaya produksi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kenaikan harga BBM terhadap biaya operasional UMK di sarilamak?, apa dampak kenaikan harga BBM terhadap omset UMK di Nagari Sarilamak.? Apakah ada perbedaan dampak Kenaikan Harga BBm antara UMK yang berbeda dalam hal ukuran dan jenis usaha? Bagaimana UMK di Nagari Sarilamak menanggapi harga BBM dalam hal strategi harga dan Manjemen? Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan selama skripsi dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga BBM dan Implikasi terhadap Kesejahteraan ekonomi studi kasus pada pelaku usaha mikro di nagari sarilamak dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga BBM mengakibatkan kenaikan biaya produksi terhadap UMK. peningkatan biaya operasional yang terjadi akibat lokasi pasar yang jauh dari lokasi UMK. Dampak dari kenaikan harga BBM terhadap omset UMK di Nagari Sarilamak menyebabkan penurunan permintaan daya beli konsumen yang berakibat pada penurunan omset pada UMK. Dalam hal ukuran usaha adalah UMK yang lebih besar dan memiliki skala yang lebih besar lebih mampu menanggung kenaikan biaya produksi akibat kenaikan harga BBM. Sebaliknya, UMK yang lebih kecil dan memiliki skala produksi yang lebih kecil jauh lebih rentan terhadap kenaikan biaya produksi akibat kenaikan harga BBM. Strategi yang dilakukan dalam menanggapi kenaikan harga BBM yaitu dengan peningkatan harga jual untuk menutupi biay produksi, serta mengurangi volume produksi, dan mengoptimalkan penggunaaan sumber daya manusia