Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penerapan pola asuh uninvolved oleh orang tua kepada anaknya. Ciri-ciri yang telah di ketahui bahwa terindikasi orang tua yang mengabaikan anak ketika anaknya pulang bermain sampai larut malam bahkan tak jarang ada anak yang tidak pulang kerumah lebih dari satu hari, kemudian orang tua yang kurang memperhatikan penampilan anaknya ketika pergi ke sekolah. Permasalahan yang berkaitan dengan kondisi emosi anak sering bertengkar di sekolah maupun dirumah, membentak perkataan orang tua, berkata kasar kepada orang lain, merusak barang-barang sekitar ketika sedang emosi. Penelitian ini tergolong pada penelitian kuantitatif korelatif yang bersifat korelasional yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara dua variabel atau beberapa variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 7-12 tahun di Jorong Seberang Mimpi Kenagarian Gunung Medan Kabupaten Dharmasraya yang berjumlah 54 orang. Sampel penelitian ini sejumlah 23 orang anak yang di ambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan intrumen skala likert dan kemudian di olah dengan menggunakan uji regresi non parametrik Statistical Product And Service Solution (SPSS) Versi 22. Berdasarkan hasil uji regresi non parametrik diperoleh persamaan regresi yakni Ý = 181.373 + 0,975X. makna dari angka ini adalah bahwa jika tidak ada pola asuh uninvolved maka nilai konstanta pola asuh uninvolved sebesar 181.373 dan setiap penambahan 1% nilai pola asuh uninvolved maka nilai kondisi emosi bertambah sebesar 0,975. Hasil uji hipotesis didapatkan Fhitung 40,691 Ftabel sebesar 0,413. Bahwa H0 ditolak sedangkan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh uninvolved terhadap kondisi emosi anak di Jorong Seberang Mimpi Kenagarian Gunung Medan Kabupaten Dharmasraya sebesar 77% kemudian 23% dipengaruhi oleh faktor lain.