Abstrak
ABSTRAK Penelitian ini berawal dari kondisi arsip yang belum terawatt secara optimal dikarenakan ketrbatasan sarana dan prasarana yang kurang lengkap seperti ruangan arsip yang sempit, rak penyimpanannya kurang, tidak ada depo arsip atau gedung yang dirancang secara khusu. Begitu juga dengan kondisi bangunannya dari mulai berdiri sampai sekarang masih dengan yang lama hanya ada beberapa perubahan yang dilakukan. Seperti perbaitan atap, lantai tempat parker. Dinas kearsipan Kota Bukittinggi belum bisa mengoleksi jenis arsip audiovisual. . jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Heuristik (Pengumpulan Sumber); 2) Kritik Sumber; 3) sintesis; 4)penulisan sejarah. Hasil penelitian tahun 1947 telah dilakukan upaya penyelamatan arsip, yang saat itu berlokasi di Gedung Tri Arga sekarang disebut sebagai istana Bung Hatta, tidak berlangsung lama pada tahun 1948 terjadi peristiwa perjuangan yang mengakibatkan banyak koleksi yang hilang. Kemudian upaya untuk mendirikan perpustakaan dan kantor Arsip telah dicoba oleh setiap jabatan pemerintahan Kota Bukittinggi. Hingga pada tahun 1975 berhasil didirikan perpustakaan dan kearsipan yang terletak di Gedung DPRD, namun juga tidak berlangsung lama gedung DPRD dibongkar dan tahun 1976 dipindahkanlah perpustakaan dan kearsipan ke Kubu Gulai Bancah, Jln bermawi. Hingga pada tahun 2005 pustaka Bung Hatta yang sebelumnya dibangun oleh pemerintahan daerah Kota Bukittinggi diambil alih oleh pemerintahan pusat Nasional. Kemudian pada tahun 2005 di tetapkanlah di Belakang Balok sebagai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi .Adapun yang harus diperhatikan dalam pengelolaan arsip yaitu suhu ruangan, pencahayaannya, ruangan terjaga dari debu, begitu juga dengan arsip foto diberi bingkai agar tetap terjaga, begitu juga dengan arsip peta dilapisi plastik mika film agar tidak rusak.adapun peran kantor arsip yaitu mengelola, mengumpulkan dan melestarikan arsip, serta menjamin, keselamatan arsip.